News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Arogansi Oknum Polsek Sanggul. Rampas HP dan Hapus Rekaman Wartawan.

Arogansi Oknum Polsek Sanggul. Rampas HP dan Hapus Rekaman Wartawan.


Tindakan intimidasi. arogansi kepada wartawan kembali dialami para pemburu berita.
Medan, merapinews.com - Kasus perampasan telepon genggam milik wartawan di ruang Kasikum Mapolsek Sunggal Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara, Senin 10/08/2020, telah menciderai tugas-tugas penegak hukum sebagai pengayom masyarakat.

Tindakan yang tidak mengenakkan itu dialami seorang wartawan media online “TrikNews.com” bernama Dedi Malau.

Ihwal kejadian, Dedi Malau dan empat rekan wartawan lainya (Rizal, Heber, Malau, Boni) sedang wawancarai Mariska Lisungan (33) terkait pencemaran nama baik melalui sosial media (WhatsApp).

Kedatangan Mariska Lisungan dan 5 orang wartawan ke Polsek Sunggal untuk melaporkan oknum ASN FP (56) terkait ujaran  kebencian melalui chat WhatsApp dan pesan Handphone kepada Mariska.

Akhirnya kasus itu ditempuh upaya damai yang ditengahi pihak penyidik yang menangani perkara.

Ketika hendak dilakukan perdamaian   diruangan Kasikum, dengan disaksikan masing-masing pihak oknum Polisi DN memanggil saksi dari pihak Mariska Lisungan. Atas kesepakatan bersama, Wartawan Dedi Malau masuk keruangan Kasikum sebagai saksi dan rekanya yang lain  menunggu diluar ruangan

“Ayo salah satu saja yang mendampingi kedalam ruangan”, ucap DN kepada Wartawan

Didalam ruangan Kasikum itulah terjadi intimidasi dari oknum polisi DN kepada wartawan, ketika Dedi Malau mengeluarkan Handphone dari dalam tas miliknya, secara tiba-tiba oknum polisi DN langsung merampas HP miliknya.

Semua rekaman hasil liputan video dan audio Dedi Malau tanpa izin langsung dihapus oleh oknum penyidik itu, padahal rekaman tersebut merupakan hasil wawancara dengan Mariska Lisungan dan rekaman lainnya.

Tidak hanya disitu oknum polisi DN tersebut menunjukkan sikap arogan dengan membentak Dedi Malau sembari mengusir keluar dari ruangan kasikum.

Saat Dedi Malau keluar dari ruangan Kasikum,  terlihat raut wajah Dedi Malau pucat dan kecewa atas tindakan oknum polisi tersebut.

Cerita Dedi Malau kepada rekan wartawan, ia sangat kecewa atas tindakan arogan oknum polisi dimaksud.

Semestinya aparat dan awak media bisa saling menghormati profesi masing-masing, karena Wartawan bekerja dilindungi Undang-Undang Pers, katanya.

Larangan peliputan dengan memaksa menghapus file dari sudut manapun tidak bisa dibenarkan. Apalagi sampai perampasan alat rekam Wartawan.

Pasal 3 Undang-Undang Pokok Pers No 40 tahun 1999 ayat III disebutkan jika kemerdekaan pers itu dilindungi undang-undang.

“Aparat dan awak media seharusnya bisa saling menghormati profesi masing-masing, karena keterbukaan publik menjadi sebuah keniscayaan yang harus dijaga bersama” Ujar Wartawan dengan mimik kecewa atas ulah Oknum Polisi tersebut.

Kapolda Sumut Irjen Drs Martuani Sormin.Msi dan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko segera untuk menindak oknum polisi tersebut agar tidak menjadi preseden buruk dikemudian hari dan tidak mencoreng instansi kepolisian karena mereka adalah pengayom dan pelindung masyarakat” Tambah Wartawan dilokasi

Ketika dikonfirmasi Kapolsek Sunggal Kompol Yasir terkait berita tersebut melalui telepon seluler, tidak mengangkat telepon dan konfimrasi WhatApp tidak dijawab. Tulis lintas19.com. (tim)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.