News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

20 melihatkan titik terang. Meski Polres Bukittinggi masih mendalami kasus itu. Kepada wartawan disekretariat PWI Kota Bukittinggi. Selasa 11/8, Edi Gusriano mengungkapkan, indikasi percobaan pembakaran itu berkaitan dengan unsur politik jelang Pilkada Bukittinggi. "Saya memastikan ada kaitanya dengan postingan di itu saya , fasal 70 dan 71 menyatakan enam bulan sebelum Pilkada, Petahana dilarang membuat kebijakan yang merugikan calon lain. Inilah yang jadi pemicu", tukas Edi Gusrianto. Namun, setelah laporan di polres Bukittinggi 30 Juli 2020, hingga saat ini saya belum melihat terlihat titik terang pengungkapan kasus itu. Kecuali Polres Bukittinggi mengirimkan no. SP2HP/131/2020/Reskrim tanggal 30 Juli 2020. Menjawab pertanyaan. Edi Gusriano tidak, membantah ada upaya oknum dengan sengaja melakukan teror tindak pidana pembakaran itu. Buktinya, selain kasus itu terekam di CCTV Masjid, beberapa saat setelah aksi pembakaran, sebuah mobil minibus Pajero warna putih melintas dengan kecepatan tinggi dilokasi kejadian jalan Masjid Kelurahan Bukik Apik Puhun Bukittinggi. Ada yang menduga, kehadiran mobil Pajero melintas dilokasi kajadian ditenggarai banyak pihak untuk memastikan aksi teror itu. "Saya yakin mobil itu memastikan aksis teror itu", tutur warga dilokasi . "Kasus tindak

20 melihatkan titik terang. Meski Polres Bukittinggi masih mendalami kasus itu. Kepada wartawan disekretariat PWI Kota Bukittinggi. Selasa 11/8, Edi Gusriano mengungkapkan, indikasi percobaan pembakaran itu berkaitan dengan unsur politik jelang Pilkada Bukittinggi. "Saya memastikan ada kaitanya dengan postingan di itu saya , fasal 70 dan 71 menyatakan enam bulan sebelum Pilkada, Petahana dilarang membuat kebijakan yang merugikan calon lain. Inilah yang jadi pemicu", tukas Edi Gusrianto. Namun, setelah laporan di polres Bukittinggi 30 Juli 2020, hingga saat ini saya belum melihat terlihat titik terang pengungkapan kasus itu. Kecuali Polres Bukittinggi mengirimkan no. SP2HP/131/2020/Reskrim tanggal 30 Juli 2020. Menjawab pertanyaan. Edi Gusriano tidak, membantah ada upaya oknum dengan sengaja melakukan teror tindak pidana pembakaran itu. Buktinya, selain kasus itu terekam di CCTV Masjid, beberapa saat setelah aksi pembakaran, sebuah mobil minibus Pajero warna putih melintas dengan kecepatan tinggi dilokasi kejadian jalan Masjid Kelurahan Bukik Apik Puhun Bukittinggi. Ada yang menduga, kehadiran mobil Pajero melintas dilokasi kajadian ditenggarai banyak pihak untuk memastikan aksi teror itu. "Saya yakin mobil itu memastikan aksis teror itu", tutur warga dilokasi . "Kasus tindak

Teror Pembakaran Rumah Timses Yumelia Masih Ngambang

Kasus Dugaan Sabotase pembakaran rumah tokoh Masyarakat Edi Gusriato, Rabu 20 Juli 2020, sampai saat ini belum melihatkan titik terang. Meski Polres Bukittinggi masih mendalami kasus itu. 

Kepada wartawan disekretariat PWI Kota Bukittinggi. Selasa 11/8, Edi Gusriano mengungkapkan, indikasi percobaan pembakaran itu berkaitan dengan unsur politik jelang Pilkada Bukittinggi.

"Saya memastikan ada kaitanya dengan postingan di Facebook 20 Juli 2020 lalu.
Dalam postingan itu saya menurunkan tulisan  terkait dengan Undang- undang Pilkada no. 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, fasal 70 dan 71 menyatakan enam bulan sebelum Pilkada, Petahana dilarang membuat kebijakan yang merugikan calon lain. Inilah yang jadi pemicu", tukas Edi Gusrianto.

Namun, setelah laporan di polres Bukittinggi 30 Juli 2020, hingga saat ini saya belum melihat terlihat titik terang pengungkapan kasus itu. Kecuali Polres Bukittinggi mengirimkan no. SP2HP/131/2020/Reskrim tanggal 30 Juli 2020.

Menjawab pertanyaan. Edi Gusriano tidak, membantah ada upaya oknum dengan sengaja melakukan teror tindak pidana pembakaran itu. Buktinya, selain kasus itu terekam di CCTV Masjid, beberapa saat setelah aksi pembakaran, sebuah mobil minibus Pajero warna putih melintas dengan kecepatan tinggi dilokasi kejadian jalan Masjid Kelurahan Bukik Apik Puhun Bukittinggi.

Ada yang menduga, kehadiran mobil Pajero melintas dilokasi kajadian ditenggarai banyak pihak untuk memastikan aksi teror itu. "Saya yakin mobil itu memastikan aksis teror itu", tutur warga dilokasi kejadian.

"Kasus tindak pidana percobaan pembakaran itu sampai saat ini masih kami dalami", ujar Kapolres Bukittinggi melalui Kasat Reskrim didampingi penyidik Bripka Sadrianto. Dan beberapa orang saksi sudah kami mintai keterangan.(asroel bb).
 

Kasus Dugaan Sabotase pembakaran rumah tokoh Masyarakat Edi Gusriato, Rabu 20 Juli 2020, sampai saat ini belum melihatkan titik terang. Meski Polres Bukittinggi masih mendalami kasus itu. 

Kepada wartawan disekretariat PWI Kota Bukittinggi. Selasa 11/8, Edi Gusriano mengungkapkan, indikasi percobaan pembakaran itu berkaitan dengan unsur politik jelang Pilkada Bukittinggi.

"Saya memastikan ada kaitanya dengan postingan di Facebook 20 Juli 2020 lalu.
Dalam postingan itu saya menurunkan tulisan  terkait dengan Undang- undang Pilkada no. 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, fasal 70 dan 71 menyatakan enam bulan sebelum Pilkada, Petahana dilarang membuat kebijakan yang merugikan calon lain. Inilah yang jadi pemicu", tukas Edi Gusrianto.

Namun, setelah laporan di polres Bukittinggi 30 Juli 2020, hingga saat ini saya belum melihat terlihat titik terang pengungkapan kasus itu. Kecuali Polres Bukittinggi mengirimkan no. SP2HP/131/2020/Reskrim tanggal 30 Juli 2020.

Menjawab pertanyaan. Edi Gusriano tidak, membantah ada upaya oknum dengan sengaja melakukan teror tindak pidana pembakaran itu. Buktinya, selain kasus itu terekam di CCTV Masjid, beberapa saat setelah aksi pembakaran, sebuah mobil minibus Pajero warna putih melintas dengan kecepatan tinggi dilokasi kejadian jalan Masjid Kelurahan Bukik Apik Puhun Bukittinggi.

Ada yang menduga, kehadiran mobil Pajero melintas dilokasi kajadian ditenggarai banyak pihak untuk memastikan aksi teror itu. "Saya yakin mobil itu memastikan aksis teror itu", tutur warga dilokasi kejadian.

"Kasus tindak pidana percobaan pembakaran itu sampai saat ini masih kami dalami", ujar Kapolres Bukittinggi melalui Kasat Reskrim didampingi penyidik Bripka Sadrianto. Dan beberapa orang saksi sudah kami mintai keterangan.(asroel bb).
 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.