News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Halangi Tugas Wartawan, Pimred Lintas Rakyat NTB Minta Kapolres Bima Copot Oknum Polisi Inisial Syf.

Halangi Tugas Wartawan, Pimred Lintas Rakyat NTB Minta Kapolres Bima Copot Oknum Polisi Inisial Syf.


Bima,merapinews.com - Dinilai arogan. Oknum Polisi inisial Syf, yang bertugas di Polsek Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) kini jadi sorotan.

Oknum angota Polri itu dinilai gagal paham, karena ia menghalangi tugas wartawan yang melakukan liputan kecelakaan jalan raya anak dibawah umur. Selasa 15/9.

Muhtar, Pemimpin Redaksi Lintasrakyat.net, minta Kapolres Bima, mencopot anggotanya yang gagal paham akan tugas-tugas wartawan.

Peristiwa itu terjadi ketika kami melakukan liputan kasus kecelakaan itu, ujar Muhtar.

Sebagai wartawan sekaligus Pemimpin Redaksi, peritiwa itu kami abadikan melalui foto. Nah...ketika kamera kami arahkan pada kerumuman orang termasuk pada obyek lain yang mendukung,  oknum Polri itu meradang. Dan menghalangi tugas-tugas wartawan.

Muhtar menilai, oknum itu telah  menghalangi tugas wartawan hendak melaksanakan ketentuan Pasal 18 Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

Peristiwa yang terjadi didepan rumah Mahmud, oknum Polisi berpakaian preman itu mengamuk. Ia melarang kami melakukan liputan.

"Jangan ambil foto saya", ujar Muhtar mengutip ucapan oknum Poliisi itu. 

"Memang kenapa melarang wartawan laksanakan tugas diatur Undang- undang 40 tahun 1999 tentang pers. Bukankah polisi dengan wartawan diatur undang-undang?", ujar Muktar balik bertanya.

Akibatnya terjadi adu argumentasi antara  oknum mantan Buser Polres Bima, meski nyaris terjadi adu fisik dengan wartawan.

Kita minta Kapolres Bima AKBP Gumawan Tri Hatmoyo mencopot jabatan oknum polisi yang arogan itu. 

Menurut Habe, demikian Mukhtar disapa. Tindakannya oknum polisi itu selain  menabrak Undang-undang pers, juga mencoreng tubuh polri.(asroel bb/Bukittiggi)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.