News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Miliaran Anggaran Dikucurkan Untuk Penyempurnaan Pembangunan Pemerintah Padang Islamic Center.

Miliaran Anggaran Dikucurkan Untuk Penyempurnaan Pembangunan Pemerintah Padang Islamic Center.


Padangpanjang,merapinews.com - Sejak awal dibangun sebagai pusat keagamaan.  Masjid Islamic Centre yanh berdiri megah diujung Timur Kota Padang Panjang, merupakan peradaban baru dalam mensyiarkan agama islam di Bumi Serambi Mekah.

Untuk perawatan dan pemeliharaan, pemerintah Kota Padang Panjang memberikan perhatian serius terhadap progres pembangunanya sebagai salah satu icon Kota Berjuluk Serambi Mekah.

Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra, menjawab pertanyaan Senin, 28/9 menyatakan keseriusan Pemko Padang Panjang.

Hal itu  dapat dilihat dari progres pembangunan yang telah terlaksana setiap tahun, katanya.

Seandainya ada yang belum rampung pengerjaanya, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk menyempurnaan dari pekerjaan yang teringgal. Hal itu merupakan tanggung jawab pemerintah, katanya.  

Dikatakan, pada tahun 2019 telah direalisasikan anggaran sebesar Rp. 1.9 Milyar untuk pengerjaan penyempurnaan bangunan Islamic Center berupa pintu masuk, penyambungan tangga depan dan pelataran plaza, tangga bawah menara serta finishing bagian depan bangunan dan taman selasar, pembuatan ground tank dan roof tank untuk menjamin ketersediaan air bersih serta penyelesaian jalan menuju Islamic Centre  senilai 7 milyar rupiah.

Sedangkan, untuk biaya operasional pengelolaan kegiatan Islamic Center setiap tahun selalu dianggarkan dalam APBD. Khusus pada APBD Tahun 2020 ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 725.850.000,00 untuk operasional Islamic Centre di Bagian Kesra yang mana didalamnya mencakup biaya operasional harian, kebersihan dan operasional badan pengelola Islamic Center, serta dialokasikan juga anggaran sebesar Rp. 298.000.000,00 untuk pemeliharaan sarana dan prasarana Islamic Centre pada Dinas Pekerjaan Umum. 

Pada tahun ini juga, dilanjutkan penyelesaian basement untuk lokasi perkantoran organisasi keagamaan dan pembenahan lokasi parkir.

Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano menyampaikan, dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan pengembangan Islamic Centre,  pada Tahun 2021 akan dilakukan Review Disain secara keseluruhan. 

Disamping itu untuk mendukung keberadaan Islamic Centre juga telah dilakukan kerjasama dengan Kementerian Agama dengan membangun MAPK dimana untuk tahun 2019 telah dilaksanakan melalui APBN sebesar 12,5 Milyar rupiah untuk pembangunan asrama siswa, dan pada tahun anggaran 2021 direncanakan akan ada tambahan anggaran untuk lanjutan pembangunan MAPK tersebut sebesar 8 Milyar rupiah.

"Melalui APBD Kota Padang Panjang kita juga sedang berupaya mendapatkan anggaran untuk penyelesaian pembangunan kawasan Islamic Centre melalui pemerintah pusat (Kementerian PUPR) dengan mengajukan proposal pembangunan sebesar 62 milyar rupiah yang mencakup penyelesaian landscape secara keseluruhan, masjid dan convention hall," kata Wako Fadly.

Selain itu, juga diajukan proposal ke Pemerintah Propinsi Sumatera Barat sebesar 4,6 milyar rupiah untuk penyelesaian lantai basement, selasar, plaza yang dilengkapi dengan air mancur, plavon, lampu jalan dan parkir. "Untuk itu kami mohon dukungan kita semua," lanjut Fadly.

Sementara, Kabag Kesra, Ade Afdil, S.Pd. I, mengatakan, hingga saat ini tenaga teknis untuk mengelola operasional Islamic Centre telah disiapkan, seperti  Imam Besar, Iman Munfarid, Muazin, Tanaga Administrasi, Tenaga Keamanan, dan Tenaga Keberhasilan.

"Selain Shalat berjamaah lima waktu, beberapa kegiatan untuk meramaikan Islamic Center juga telah kami gelar seperti,  Kajian, diskusi dan konsultasi  serta bimbingan keagamaan.  Pembinaan  Generasi Muda / Remaja serta kegiatan- Kegiatan memeriahkan hati besar islam," Kata Kabag Kesra Ade Afdil.

Ditempat terpisah, Wakil Pimpinan DPRD, Yulius Kaisar mengatakan, pemerintah daerah harus berani mengambil sikap tegas untuk meramaikan Islamic Centre ini,  dengan cara melengkapi segala sarana dan prasana penunjang lainnya. Jika dapat, membuka perkantoran keagamaan, seperti BAZ Nas, mendirikan pustaka kegamaan yang dikelola oleh pengurus IC sendiri. 

Sangat disayangkan, bangunan megah, tapi berdiri sendiri, namun minim dengan aktifitas. Bagaimana orang mau datang, bila pemerintah daerah sendiri masih abai untuk meramaikan pusat keagamaan itu sebagai tujuan wisata religi, tukuk Yilius Kaisar.( son)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.