News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Oknum Pengelola Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Payakumbuh Sunat Harga Material.

Oknum Pengelola Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Payakumbuh Sunat Harga Material.


Payakumbuh,merapimews.com - Upaya Pemerintah Kota Payakumbuh untuk meningkat kesejahteraan rakyatnya, perlu diberi apresiasi. 

Mendekati akhir tahun 2020, Perintah kota itu mampu meningkatkan kesejahtreraan rakyatnya melalui perbaikan 198 unit rumah tidak layak huni.

"Masing-masing rumah itu dapat dana stimulan Rp. 17,5 juta", ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemungkiman kota Payakumbuh Ir. Martha M.

Kita harapkan dengan adanya bantuan dana stimultan dari Kementrian PUPR melalui Dirjen Perumahan itu akan memancing partisipasi masyarakat untuk meningkatkan bantuan itu, ujarnya.

Namun realita dilapangan. Apresiasi itu tercerabut ulah oknum yang bertugas yang mengeduksi warga penerima manfaat dengan menaikan harga material bangunan.

Nano (46) warga warga Kelurahan Koto Panjang Dalam. Kecamatan Lampasi Tigo Nagari kota Payakumbuh - Sumatera Barat, melihat harga yang di patok untuk material kayu ukuran 5 x 10 cm, seharga Rp. 2,5 juta permeter kubik.

Harga kayu senilai Rp 2.5 juta, adalah jenis kayu eksport. Sementara masyarakat penerima manfaat itu dijejali dengan kayu lokal.

Perbandingan harga kayu lokal dengan kayu eksport itu selisih harga berbanding terbalik.

Didampingi Agus, ketua Rukun Tetangga (RT)  01 Kelurahan Koto Panjang Dalam. Nano menyebut harga kayu lokal itu hanya Rp. 1,7 juta permeter kubik. "Jadi ada selisih harga Rp. 800.000,-/meter kubik. 

Menurut Nano, setiap unit rumah membutuhkan material kayu 1,5 kubik. Selisih harga itu juga terjadi pada material Pasir dan Besi.

"Bisa dibayangkan keuntungan yang diraup oleh oknum yang mengelola dana stimultan rumah tidak layak huni itu. 198 unit lo.., katanya. Dan masyarakat harus memgambil material di satu toko.

Pernyataan Nano, itu ditepis Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemungkiman kota Payakumbuh Ir. Martha M.

Tidak mungkin hal itu terjadi!!, katanya. 

Didampingi Kepala Bidang Perumahan kota Payakumbuh Tegrasia, Marhta menyebut masyarakat penerima manfaat itu selalu didampingi tim Fasilidasi Lapangan. Dan tidak mungkin hal itu terjadi, sergahnya.

Namun Tegrasia tidak membantah material kayu untuk rumah penerima manfaat itu jenis kayu lokal. "Ya... Mereka memakai kayu lokal", ujar Tegrasia. Harganya Rp. 2,550 juta/meter kubik. (asroel bb/jefrisandra).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.