News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Syofyan Syarif, Bantah Mangkir Jalani Pemeriksaan di Polres Bukittinggi.

Syofyan Syarif, Bantah Mangkir Jalani Pemeriksaan di Polres Bukittinggi.


Bukittinggi,merapinews.com - Kepolisian Resort (Polres) Bukittinggi, akan melakukan (Setlamp). Rekam jejak digital kasus dugaan pembakaran rumah tokoh masyarakat Bukittinggi Edi Gusrianto.

Kasus dugaan pembakaran rumah hunian milik tim sukses hajah Emilia, bakal calon Walikota Bukittinggi dijalan Masjid Kelurahan Bukik Apik Puhun Kecamatan Guguak Panjang kota Bukuttinggi itu perlu dilakukan untuk mencari pembuktian keterlibatan berbagai pihak dalam peristiwa itu, termasuk mencari keterlibatan satu unit mobil Pajero putih.

"Rekam jejak digital itu perlu dilakukan".

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bukittinggi AKBP Dodi Prawiranegara, SH.SIK.MH, melalui Kasat Reskrim Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution SIk, menyatakan hal itu. Rabu 16/9.
K


Menurut Chairul, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan secara patut. Namun pemeriksaanya sebagai saksi Sabtu 10/9, tidak bisa dilakukan karena saksi ingkar memenuhi panggilan.

Bersama Syofyan Syarif, Kepolisian Bukittinggi juga melayangkan surat panggilan pada saksi lainya Romi Paroik.

Dugaan kasus pembakakaran rumah saya itu, ujar saksi korban Edi Gusrianto di Mapolres  Bukittinggi Rabu 15/9 terkait dengan kebijakan Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias yang menggeratiskan sewa pertokoan pasar atas pasca diresmikan selama enam bulan.

Padahal semua orang mengetahui kalau  Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias akan maju pada Pilkada Bukittinggi tahun 2020.

Melihat kebijakan nan indak bijak tersebut. Hal itu saya posting di medsos.

Melalui unggahan saya di Facebook 20 Juli bulan lalu, saya mengingatkan UU no. 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Pasal 70 dan 71 menyatakan, petahana enam bulan sebelum Pilkada itu berlangsung dilarang melakukan kebijakan yang merugikan pihak lain.

"Saya menduga, dari postingan itu diduga ada pihak-pihak yang gerah, sehingga mereka melakukan tindakan nan nyaris membunuh anak dan keluarga saya", ungkap Edi Gusriano.

Sementara itu, Syofyan Syarif, membantah kalau ia dipanggil sebagai saksi.

"Saya tidak pernah dipanggil untuk dimintai keterangan melainkan di undang untuk dimintai keterangan terkait kasus tindak pidana pembakaran rumah saksi korban Edi Gusriano.

Menjawab pertanyaan, ia memang tidak menghadiri undangan tersebut, karena ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Ke alpaan dan ketidak hadiran untuk dimintai keterangan itu sudah saya bicarakan dengan penyidik", tutur Syofyan Syarif. "Jadi tidak benar saya dipanggil", tegas Syofyan Syarif dalam klarifikasinya terkait dengan judul berita. "Syofyan Syarif Mangkir Pemeriksaan di Polres Bukittinggi".(asroel bb).




Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.