News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Marni Khalid, Srikandi Nagari Kurai V Jorong Bukittinggi Turun Gunung Dukung Irwandi-David.

Marni Khalid, Srikandi Nagari Kurai V Jorong Bukittinggi Turun Gunung Dukung Irwandi-David.


Bukittinggi, merapinnews.com - Suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bukittinggi tinggal menghitung hari.  Konstelasi politik untuk memenangkan suksesi Lima tahunan di kota wisata itu makin tinggi.

Para kandidat yang bertarung diruang Pilkada itu pekan terakir mulai saling jegal. Bahkan ketua Badan Pengawas Pilihan Umum (Bawaslu) kota Bukittinggi Ruzi Hariyadi, kepada wartawan mengakui ada advokasi salah satu pasangan yang melaporkan pelanggaran Pemilu oleh pasangan lain dengan ucapan dan perkataan dabiah.

Sementara di Faxebook Asraferi, Jumat 22/10 sejumlah alumni Sekolah Menengah Atas kota Bukittinggi tahun 1984, meneriakan yel..yel ganti pajatu.

Tidak jelas arah yel..yel itu di alamatkan. Yang pasti suasana menyejukan datang dari kubu pasangan Irwandi dt Batujuah-David Chalik, setelah Srikandi (pejuang wanita) Nagari Kurai V Jorong (asal kota Bukittinggi) Marni Khalit, memberi pencerahan pada kaum Melenial

"Anak-anak muda kota Bukittinggi harus diberi pencerahan berpolitik nan santun, agar tidak sesat memilih pemimpin", ujar nenek usia 78 tahun itu.

Menjawab pertanyaan, mantan Legislator (anggota DPRD) kota Bukittinggi 1998 mencontohkan kepemimpinan Irwandi dt Batujuah.

38 tahun Irwandi dt Batujuah mengabdikan dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Banyak sudah jabatan yang dipercayakan negara padanya, sampai akhir jabatan di Pemerintahan tiada noda yang melekat di diri dan keluarganya.

"Contoh-contoh kepemimpinan Irwandi itulah yang harus jadi panutan dan dipelajari kaum muda di kota Bukittinggi. 

"Sebagai kandidat calon walikota", kata Marni Khalit. Irwandi dan David Chalik juga punya emosional. Tapi sebagai seorang ayah dalam kancah politik, ia tetap santun dan menyejukan. Justru kritikan yang merugikan diri itulah yang ia titi untuk menggapai kemenangan.

Untuk itulah saya mengingatkan kaum melenial (anak muda) agar tidak sesat memilih pemimpin. Minimal untuk 5 tahun kedepan.

Belajar politiklah dengan Irwandi, kata nenek 78 tahun itu.

Sebab kalau kaum muda salah milih pemimpin, mereka tidak akan pernah lagi belajar dan Kota Bukittinggi akan jadi taruhan lima tahun kedepan.

Sebagai se orang nenek. Saya tidak ingin melihat kota Bukittinggi rusak dampak salah urus, itu sebabnya kota Bukittiggi saya titipkan pada kaum muda. (asroel bb).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.