News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dody Prawiranegara: Kepolisian Resor Bukittinggi, Tidak Akan Memberi Penangguhan Penahanan Pada Pelaku Penganiayaan Dua Anggota TNI.

Dody Prawiranegara: Kepolisian Resor Bukittinggi, Tidak Akan Memberi Penangguhan Penahanan Pada Pelaku Penganiayaan Dua Anggota TNI.


Bukittinggi, metapinews.com - Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara tidak akan memberikan penangguhan penahanan terhadap tersangka pelaku pengeroyokan dua anggota Kodim 0304/Agam, yang jadi korban penganiayaan 5 tersangka pengendara Harley Owners Group (HOG) Capter Siliwangi Bandung. Jumat 30 Oktober  2020.

Pernyataan itu ia ungkapkan dihadapan puluhan wartawan ketika berlangsung jumpa Pers di Mapolres Bukittinggi. Sabtu 7/11.

Kasus itu sendiri katanya masih tahap I,  setelah penyidik di Polres Bukittinggi menyarahkan Surat Pembertahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada Kejaksaan Negri Bukittingi dalam dua tahap.

Didampingi Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu S, Kasatserse Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nst dan Komandan Komando Disttrik Militer (Kidim 0304/Agam diwakili Pasi Intel Kodim 0304 Lettu Amrizal. 


Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengungkapkan para tersangka disangkakan dengan fasal 170 junto 351 dan 56 KUHAP dengan ancaman 7 tahun kurungan.

Kasus itu sendiri, ujar Dody terjadi Jumat 30 Oktober 2020 lalu, setelah sekelompk pengendara HOG melintas di jalan DR Hamka Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, kota Bukittinggi.

Pada saat yang sama, dua orang angota Intel Kodim 0304/Agam-Bukittinggi, Serda Yusuf dan Serda Mistari, juga melintas dijalan yang sama dengan kenderaan roda untuk kembali ke markasnya di Kodim 0304/Agam, usai melaksanakan tugas. 

Dalam perjalanan pulang itu dua TNI dari satuan Kodim 0304/Agam itu mendengar raungan sirine voraider yang menuntun rombongan HOG melintas dijalan DR Hamka Bukittinggi, dan mereka menepi untuk memberi jalan, tutur Kapolres Bukittinggi.

Usai rombongan pertama lewat, rupanya masih ada rombongan lain yang tertinggal menyusul rombongan pertama. 

Berangkat dari sinilah insiden itu terjadi, setelah rombongan kedua tidak terima ditegur oleh dua TNI dari satuan Kodim 0304/Agam itu karena mereka mengeber kendaraan dalam kecepatan tinggi ditempat keramian dan nyaris menyerempet dua petugas TNI.

Tidak terima ditegur, Lima orang pelaku langsung melakukan tindakan main hakim dengan melakukan pemukulan dan penganiayaan lainya pada dua anggota TNI itu. Meski warga sudah berusaha memisahkan tindak penganiayaan itu.

Menurut Kapolres Bukittinggi, kasus penganiayaan itu sudah P 21, dan masing-masing pelaku baik Bs (16), Ms (45), Hs (48), J dan Tr (33), kini masih diamankan di Mapokres Bukittinggi.

Menjawab pertanyaan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranera menyatakan, pihaknya kini tengah menjajaki 5 unit Harlay Davidson yang tidak memiliki legalitas. "Ya... Kami kini sedang mengusut 5 unit motor gede yang tidak dilengkapi sura-suarat resmi", urai Dody.(asroel bb)


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.