News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Iriadi dt Tumanggung- Agus Syahdeman Robah Peta Politik Pilkada Kab. Solok, Setelah PTTUN Medan Mengabulkan Gugatanya.

Iriadi dt Tumanggung- Agus Syahdeman Robah Peta Politik Pilkada Kab. Solok, Setelah PTTUN Medan Mengabulkan Gugatanya.


Solok, merapinews.com - Konstelasi politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Solok, yang akan dihelat 9 Desember 2020 akan berubah.

Tidak tertutup kemungkinan akan batal minimal tertunda, bila Komisi Pelihan Umum (KPU) dan Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Solok, tidak melaksanakan amar putusan PTTUN Medan No. 3/Pilkada/20/PTTN.

Amar putusan (vonis) PTTUN, yang diundangkan Selasa 3/11-2020, juga akan berdampak pada Pilkada di beberapa Kabupaten/kota di Sumatera Barat, termasuk Pilkada Gubernur Sumbar

Ir. Haji Iriadi dt Tumanggung mengungkapkan hal itu di Padang, Rabu 4/11.

Menurut Iriadi, dia mengaku di zolimi  dan dijegal melalui keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ketika melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Umum M. Jamil Padang. Agustus lalu. 

IDI, merekomendasikan saya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai kepala daerah setingkat Bupati. Dan saya tidak bisa menjalankan tugas sebagai Kepala Daerah.

"Saya, dijegal dikampung halaman saya sendiri. Saya pulang kampung untuk mengabdi membangun ranah kelahiran yang lama saya tinggalkan. Tapi, saya dijegal secara tidak santun", keluh Iriadi.


Anehnya keputusan IDI, yang tidak berdasar itu justru di amini oleh KPU  dan Panwaslu Kabupaten Solok, meski rekomendasi IDI itu sudah di ralat, namun dua institusi penyelenggara Pilkada Kabupaten Solok, tetap bersikukuh.

Seharusnya rekomendasi kesehatan itu  ditandatangani dokter Kesehatan, dokter Phsiokologi dan Badan Narkotika Nasional (BNN). 

Realitanya dua institusi  dari Phsiokologi dan BNN, tidak membubuhkan rekomemdasi, kecuali dari dokter kesehatan, itupun tidak melalui penyelenggara kesehatan nasional yang berwenang menangani kesehatan para calon Kepala Daerah

Kalau kita mau jujur, ungkap Iriadi, ada calon Kada Kabupaten Solok yang buta warna, juga ada calon Kada yang di bopong uji kesehatan di RSU Ahmad Moechtar. Namun mereka lolos uji kesehatan. 

Diskriminatif terhadap diri saya, urainya, karena mereka memang tidak menghendaki saya maju di suksesi Pilkada Kabupaten Solok, karena saya hadir justru dipusat keramian yang jumlah penduduknya lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk dari Selatan dan Utara Kabupaten Solok.

Pada saat yang sama, mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan itu, mengancam KPU Kabupaten Solok, untuk tunduk dan  menjalankan amar vonis hakim PTTUN Medan. Dan menempatkan pasangan Ir. H Iriadi dt Tumanggung-Agus Syahdeman, sebagai peserta Pilkada Kabupaten Solok.

Sebaliknya, bila KPU Kabupaten Solok melakukan upaya hukum dan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) itu artinya. Pilkada Kabupaten Solok, terancam batal. Karena vonis hakim PTTUN Medan, mengabulkan semua gugatan penggugat (Iriadi-Agus Syahdeman).(asroel bb/amat).





Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.