News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

IPPMI, Desak Pemerintah Reshufel Kabinet Joko Widodo - Makruf Amin

IPPMI, Desak Pemerintah Reshufel Kabinet Joko Widodo - Makruf Amin


Jakarta,merapinews.com - Ketua Umum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) Rafik Alamsyah Perkasa, desak pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Makruf Amin, agar melakukan reshufle kabinet.

"Kita mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan reshufle kabinet, karena satu menteri  KKP sedang tersandung persoalan hukum dan berproses di lembaga anti rasuah," ujar Rafik melalui telepon selulernya di Jakarta, Rabu, 2 November 2020.

Menurut Rafik, kinerja menteri sekarang ini berkinerja kurang bagus serta tidak sesuai harapan masyarakat.

"Kita perlu evaluasi menteri di kabinet, karena dinilai tidak becus bekerja dan tidak tampak kinerja untuk kepentingan masyarakat," ujar Rafik 

Lanjut Rafik, pihaknya merekomendasikan kepada Presiden untuk memasukkan nama- nama atau tokoh- tokoh berkompeten serta dinilai layak berasal dari Provinsi Sumatera Barat.

"Tokoh- tokoh seperti Andrianof Chaniago, Irma Suryani Chaniago, Archandra Tanhar serta tokoh- tokoh Minang lainnya dinilai layak dan pantas masuk di kabinet Jokowi- Amin," ujar Rafik.

Dikatakan Rafik, semua pihak tidak dapat melupakan perjalanan panjang bangsa ini, Goodfather bangsa banyak berasal dari Ranah Minang.

"Sumbar bagian dari sejarah bangsa kita Indonesia, sebab itu janganlah dilupakan," ujar Rafik.

Ditambahkan, pihaknya merekomendasikan kepada Presiden, tokoh- tokoh Nasional asal Sumatera Barat untuk mengisi dibidang ekonomi dan energi.

"Kita melihat tokoh- tokoh asal Minang tersebut juga tergabung dalam tim pemenangan Presiden Jokowi- Amin dalam pesta pilres lalu. Oleh karena itu, layak dan pantas tokoh - tokoh asal Sumatera Barat menjadi Menteri Presiden Jokowi saat ini," ujar Rafik merupakan tim kampanye Nasional Jokowi di pilres 2019.(relcan/asroel bb).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.