News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ada Aroma Tak Sedap di Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto. Perlu di Lakukan Audit Investigasi

Ada Aroma Tak Sedap di Puskesmas Talawi Kota Sawahlunto. Perlu di Lakukan Audit Investigasi


Sawahlunto,merapinews.com - Meski diresmikan pemakaian dan operasional Kamis 21/1, oleh walikota Sawahlunto. Namun sengkarut Renovasi Puskesmas Talawi bagai luput dari perhatian.

Sengkarut itu mengemuka dari ucapan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) kota Sawahlunto Yasril SKM dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait pekerjaan rekanan kontraktor PT. Verback sebagai pemenang lelang.

Menjawab pertanyaan. Yasril mengakui penyelesaian pekerjaan renovasi Puskesmas itu  mengalami keterlambatan satu hari.

"Sesuai kontrak kerja", kata Yasril PT. Verback sebagai pemenang lelang yang seharusnya menyelesaikan pekerjaan senilai Rp. 8,2 miliar tanggal 22 Desember. Nyatanya molor satu hari atau tepatnya tanggal 23/12-2020.

Artinya hukuman finalti (denda)  harus ia bayar dengan nilai denda satu hari keterlambatan senilai Rp. 8,2 juta atau seperseribu (1/1000) permil dari nilai kontrak.

Realitanya pernyataan Yasril, tidak selaras dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) renovasi Puskesmas Talawi Hermansyah. 

Menjawab pertanyaan via Handpone. Hermansyah menyebut masa kontrak perusahaan itu berakir 18 Desember 2020. PHO tanggal 23 Desember 2020. Artinya ada selisih waktu keterlambatan selama 6 hari pekerjaan. Atau PT Verbeck dikenakan denda (finalti) 6x Rp. 8,2 juta. Rp.47,2 juta.

"Jadi bila diselaraskan ucapan dua pejabat dilingkungan pemilik proyek senilai Rp. 8,2 miliar itu, ada selisih uang yang harus masuk ke kas negara atau daerah Rp. 47 juta", ujar ketua LSM Gerakan Pemuda Anti Coruption perwakilan Sumatera Barat Ega Pratama.

Menjawab pertanyaan Ega, menyebut, bila denda keterlambatan rekanan menyelesaikan pekerjaan itu tidak masuk ke Kas negara atau kas daerah. Ini perlu dipertanyalan?, ujarnya.

Sebelumnya. Pernyataan Hermansyah meluncur terkait konfirmasi dua item pekerjaan rekanan kontraktor terhadap fisik bangunan proyek, konon dicurigai tidak mengacu pada kontrak kerja yang berdampak terhadap ketahanan bangunan.

"Kita  lihat aja nanti hasil audit Badan  Pemeriksa Keuangan (BPK)", ujar Hermansyah diruang kerjanya.

Sementara Kuasa Direktur PT. Verback Deddy Ismet, yang dihubungi ingkar janji . Awalnya melalui pesan WhathApp ia akan memberikan keterangan dan jawaban secara tehnis dan tertulis mutu pekerjaan perusahaanya.

"Saya akan jawab konfirmasi sesuai tehnis kerja", ujar Deddy Ismet. Namun janji itu  tidak terealisasi. (asroel bb)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.