News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dalam Usia Dini. Sherin si Penjaja Kue Tinggalkan Bangku Sekolah Menghidupi Keluarga.

Dalam Usia Dini. Sherin si Penjaja Kue Tinggalkan Bangku Sekolah Menghidupi Keluarga.



Dalam usia dini. Sherin (10) harus meninggalkan bangku pendidikan. Peran orang tua menghidupi keluarga ia ambil alih.

Bukittinggi,merapinews.com - Bagi warga kota Bukittinggi, wajah imut-imut sipenjaja kue itu tidak asing. Ia acap terlihat dikeramaian kota Bukittinggi, dengan menenteng dua keranjang plastik penuh berbagai bentuk penganan kue.

Usaha itu ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, setelah sang ayah kesandung kasus hukum.

"Sekolah saya hanya sampai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)", ujarnya.

Setelah itu, ia tidak kenal lagi mengenal bangku sekolah, juga tidak tidak pernah bermain main sebagai mana layaknya anak anak seusianya seperti yang diatur dalam undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Hari-hari yang dilalui bocah cilik itu berjualan dan berjualan kue, sebab hasil tetesan keringat sang bocah cilik itu menapaki jalan kota Bukitinggi, selain ditunggu sang bunda Mia (31), juga dua adik-adiknya berharap dari tetesan keringat Sherin.


Menjawab pertanyaan bocah Sherin, yang tinggal di Kelurahan Ladang Cangkiah Kecamatan Aurkuning Birugo Puhun (ABTB) kota Bukittinggi - Sumatera Barat, itu tidak dapat mengingat sejak usia berapa ia mulai berjualan kue keliling itu. 

"Yang pasti", katanya ia mulai berjualan kue sejak tamat dari PAUD, lima tahun lalu.

Meski belum diperoleh keterangan dari Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kota Bukittinggi, Tati Yasmarni.
Bocah cilik Sherin, mengakui tidak pernah lelah. "Dua adik saya menunggu dirumah", desahnya.(asroel bb).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.