News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perseteruan Duo Pejabat Teras Kab. Solok Makin Melebar. Edisar Laporkan Yusrizal di Polres Solok.

Perseteruan Duo Pejabat Teras Kab. Solok Makin Melebar. Edisar Laporkan Yusrizal di Polres Solok.


Solok,merapinews.com - Perseteruan dua pejabat daerah Kabupaten Solok, makin melebar. Setelah Gusmal, mantan Bupati Solok priode 2015-2021. Desember Tahun lalu melaporkan stafnya Edisar di Polres Solok.

Kini Asisten Pemerintahan Kabupaten Solok, Edisar, balik melaporkan Yusrizal (41) gelar Malintang Bumi, warga Pasar Baru, Guguak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok, di Kepolisian Resor (Polres) Solok. Kamis 18 Februari 2021.

Asisten Pemerintahan Kabupaten Solok itu melaporkan terduga dengan sengaja telah melakukan tindak pidana tanpa hak menyebarluaskan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan antar individu.

Didampingi kuasa Hukumnya Junaidi SH. Edisar, mengungkapkan awal peristiwa itu  Senin 7 Desember 2020 tahun lalu. 

"Sekitat jam 17.oo Wib. Saya kedatangan beberapa orang tamu dikediaman saya. Salah satu diantara tamu itu adalah Yusrizal. Sebagai pejabat dan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan banyak hal yang dibahas. Termasuk jalannya roda pemerintahan Kabupaten Solok, yang dipimpin Drs Gusmal dt Rajo Lelo sebagai Bupati", kata Edisar merelay kembali awal peristiwa itu.


"Saya tidak sadar dalam pertemuan, percakapan dan sendagurau lepas itu direkam Yusrizal. Di akui Edisar, dalam percakapan  ada menyinggung kebijakan kepemimpinan Gusmal, tapi itu dilakukan bukan sebagai bentuk penghinaan, atau melecehkan Gusmal, melainkan mengkritisi", kata Edisar.

Rupanya rekaman senda gurau itu oleh Yusrizal diperdengarkan kepada Bupati, sehingga Gusmal, berang!!. Kemarahan itu dilampiaskan Gusmal dengan melaporkan saya kepada pihak yang berwajib di Polres Solok. Kini kasus itu terus bergulir. Sementara saya sudah ditetapkan sebagai tersangka", sesal Edisar dt Manti Basa.

Merasa tidak bersalah, sebelumnya saya sudah mengadukan peristiwa ini di Polda Sumbar, sebagai bentuk perlindungan hukum atas perbuatan yang tidak pernah saya buat.

Menjawab pertanyaan, Edisar mengungkapkan  tidak ada niat sedikitpun untuk melaporkan Yusrizal dengan fasal ujaran kebencian. Tapi itu harus saya lakukan sebagai bentuk pembelaan diri agar kasus yang saya hadapi jadi terang benderang. Papar Edisar, sambil melihatkan surat laporan yang tergister di Polree Solok No. STTV/23/II/2021/SPKt Polres Solok. Dan diterima Bribtu Arief Setiawan tanggal 18 Februari 2021.

Sejauh ini belum diperoleh kegerangan dari Yusrizal.(asroel bb/ameksae).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.