News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Direktur PT. Ramawijaya Terancam Masuk Bui Terkait Proyek Gagal Pembangunan Struktur SD 08 Bukittinggi.

Direktur PT. Ramawijaya Terancam Masuk Bui Terkait Proyek Gagal Pembangunan Struktur SD 08 Bukittinggi.



Bukittinggi,merapinews.com - Diprediksi selangkah lagi Direktur PT. Ramawijaya. Perusahaan pemenang lelang paket proyek pembangunan gedung Sekolah Dasar Negri (SDN) No. 08 Campag Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Bukittingi, Sumatera Barat, akan menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Prediksi itu boleh jadi, setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sumatera Barat, melakukan pemeriksaan struktur bangunan gedung yang belum rampung itu.

Dari hasil temuan BPK ada  sejumlah item pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja.

Bahkan sebuah tiang penyangga bangunan berlantai II itu ada  yang roboh. Oleh rekanan segera dibersihkan menutupi bobroknya pekerjaan.

Itu belum lagi adukan material yang centang parenang. Tidak salah  warga menilai struktur bangunan banyak yang kropos, terkelupas miring, khususnya terjadi pada sambungan bangunan.

"Pekerjaan pengecoran bangunan itu umumnya dilakukan malam hari", ujar masyarakat yang berdekatan dengan lokasi proyek.


Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) pembangunan SD. 08 Yunis Faisal, tidak menampik hal itu. 

Ia mengatakan ketika BPK melakukan pemeriksaan bangunan, diakui kualitas bangunan memang dibawah standar.

"Kualitas struktur bangunan memang dibawah standar", ujar Yunis Faisal, mengutip hasil pemeriksan BPK RI Perwakilan Sumbar.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan kota Bukittinggi, Melfi M.Si, bangunan senilai Rp. 2,5 miliar itu berupa bangunan struktur gedung.  "Pihaknya kini sudah mencadangkan anggaran Rp. 4,5 miliar lagi untuk merampungkan penyelesaian bangunan di tahun 2022", ujar Yurnis Faisal.

Menjawab pertanyaan terkait sangsi hukum bagi rekanan nakal. Yurnis hanya berkilah pada hasil pemeriksaan BPK RI. 

"Kalau BPK RI,  merekomendasikan adakan perbaikan, ya.... diperbaiki. Sebaliknya kalau direkomendasikan keranah hukum kita siap. Sebab jaminan rekanan Rp. 100 juta masih ditangan kami", ujarnya.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari PT. Ramawijaya. Ketika dihubungi secara patut perusahaan yang beralamat di jalan Villa Mayangsari - Tangkerang Timur Pekan Baru Riau masih bungkam. Demikian juga konsultan pengawas PT. Nafelindo.

Perusahaan yang berlamat di kota Bukittinggi itu ketika dihubungi baik melalui WA dan telefon langsung. Direktur PT. Nafelindo Deddy, senasib dengan d pemborong dari Pekan Baru itu.(asroel bb).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.