News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Permintaan Walikota. Paket Proyek Peningkatan Kualitas Pemungkiman Kumuh Kota Padang Panjang Terlambat.

Permintaan Walikota. Paket Proyek Peningkatan Kualitas Pemungkiman Kumuh Kota Padang Panjang Terlambat.


Padangpanjang,merapinews.com - Meski pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat mengalami Recofosing (pengurangan) anggaran untuk membiayai berbagai sektor pembangunan selama pandemi Covid 19. Namun dukungan pembangunan infrastruktur dari Pusat terus mengalir kedaerah.

Fenomena itu terlihat melalui melalui peningkatan kualitas pemungkiman dibeberapa daerah, termasuk kota Padang Panjang. 

Namun pemberdayaan anggaran bantuan pemerintah pusat itu nyaris tidak transparan dilakukan oleh rekanan yang dipercaya pemerintah mengerjakan proyek insfrastruktur.

Contoh paling anyer, pekerjaan paket proyek peningkatan kualitas pemungkiman kumuh (slum area) kota Padang Panjang, sepanjang 1,4 Km dijalan Soekarno-Hatta. Kecamatan Padang Panjang Barat.

Proyek yang dikejakan pemenang lelang (tender). PT. Breis Veri, senilai Rp. 5,098 miliar   itu sudah harus selesai pertengahan May 2021. Realita, perusahaan besar itu baru mampu mencapai bobot pekerjaan dibawah 70%. Sementara tenggang waktu pekerjaan tinggal hitungan jari


Kondisi itu tidak dibantah  General Maneger (GM) lapangan PT. Breis Veri, Boy Hendra.

Menjawab pertanyaan Boy Hendra mengatakan. "Perusahaan sudah mengajukan perpanjangan waktu 60 hari kedepan", ujarnya 

Menurut Boy Hendra, ada sejumlah item pekerjaan terjadi perobahan diluar kontrak, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan.

Ia menganalogikan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang di terima 1 Oktober 2020. Pihaknya baru dapat memulai pekerjaan pemasangan Kanstin Paving Blok (trotoar) tanggal 14 Januari 2021.

Alasanya, perusahaan harus menunggu Keputusan dari Pusat, karena terjadi   perobahan beberapa item pekerjaan diluar kontrak kerja.

"Contohnya, pemasangan Kanstin itu tadi. Dalam kontrak kerja ketinggian 40 Cm, tapi permintaan Walikota Padang Panjang, ditingkatkan menjadi 30 Cm", ujar GM Lapangan PT. Breis Veri itu.

Demikian juga kondisi dilokasi pekerjaan disepanjang jalan Soekarno-Hatta, yang  ditumbuhi pepohon pelindung mahoni. Pohon-pohon itu harus ditebang, sementara  akar pohon sudah merusak saluran (drainase), dan itu harus dibersihkan,  baru kemudian dilakukan pengelupasan tanah dan membongkar beton agar evelusi pemasangan Konstain bisa disesuaikan dengan permintaan Walikota.


"Kondisi itulah yang membuat perusahaan kalang kabuik, sehingga kami harus mengajukan perpanjangan waktu pekerjaan 60 hari kedepan", papar CM Lapangan PT. Breus Veri, Boy Hendra, menjawab pertanyaan melalui Wath App (WA) pekan lalu.

Belum diperoleh konfirmasi dari Pejabat Pembuat Momitmen (PPK) Balai Prasarana Pemungkiman Direktorat Jendral Cipta Karya Provinsi Sumatera Barat Deddy Perwira Pratama. Meski PPK itu sudah dihubungi secara patut baik melalui What App (WA) dan kontak langsung.

Demikian juga halnya dengan Walikota Padang Panjang Fadly Amran, terkait perubahan ketinggian Kanstin Beton Trotoar. (asroel bb)



Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.