News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ricuh dan Wolk Out Anggota HMI Dari Ruang Sidang DPRD Bukittinggi Ditenggarai Ditunggangi Pencitraan Pilkada Tiga Tahun Kedepan.

Ricuh dan Wolk Out Anggota HMI Dari Ruang Sidang DPRD Bukittinggi Ditenggarai Ditunggangi Pencitraan Pilkada Tiga Tahun Kedepan.





Bukittinggi,merapinews.com - Ricuh dan walk out Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari ruang sidang DPRD Bukittinggi, tidak perlu terjadi kalau adik-adik mahasiswa itu mengikuti mekanisme dan administasi organisasi.

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan menyesalkan peristiwa itu terjadi. 

Sebagai wakil rakyat pihaknya dilembaga legislativ Bukittinggi, sudah merespon keinginan para mahasiswa untuk hearing. 

"Buktinya adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI itu kami terima  berdialog sesuai keinginan mereka. Senin 17/5 digedung dewan", kata Herman.

Hearing itu terlaksana, setelah mereka  menyurati DPRD Bukittinggi tanggal 8 April 2021 bulan lalu. Setelah sebelumnya melalui surat nomor 45/B/Sek/07/144 tanggal 9 Maret 2921, mereka meminta ber audensi untuk mengevaluasi kinerja kami sebagai anggota dewan Bukittinggi.

Didampingi wakil ketua Rusdi Nukman F. Demokrat) dan Ibrayaser (F. PKS). Herman Syofyan mengungkapkan madegnya dialog karena setiap pembicaraan dan pertanyaan anggota Dewan langsung mereka patahkan (potong) tanpa melalui mekanisme.

Yang kebih hebat justru kehadiran mereka tanpa  didukung struktur organisasi resmi yang mereka naungi di HMI, karena organisasi HMI itu sendiri di Bukittinggi, mengutip pengakuan mereka, kata Herman Sofian  dalam keadaan demisioner. Kecuali itu hanya formatur. Formatur itu pun belum dilantik.


Jadi, ujar Herman Sofyan, seyogyanya mereka belum patut mengadakan kegiatan mewakili organisasi yang mereka naungi. Namun DPRD Bukittinggi, tetap menerima kehadiran mereka.

Bahkan sebelumnya, pihaknya di DPRD Bukittinggi, sudah minta kejelasan terkait status kepengurusan HMI. HMI yang mana sebetulnya yang akan ber audensi, karena ketua dan sekretarisnya tidak satu orangpun yang hadir.

Namun demikian, DPRD masih memberi kesempatan agar mereka menyampaikan maksud dan tujuan audensi yang mereka maksud.

Yang terjadi justru diluar dugaan. Kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut mereka  ndak elok untuk didengar. "Mereka kecewalah!!, Pertemuan yang sangat telatlah!!, dan  pernyataan lain yang tidak mengenakan", ujar Herman Sofian. 

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menilai aksi yang dilakukan para mahasiswa yang bernaung dibawah panji-panji HMI Bukittinggi itu diduga   ditunggangi untuk pencitraan Pilkada kota Bukittinggi tahun 2024.

"Saya menduga aksi itu ditunggangi untuk  pencitraan di tahun 2024", ujar Rahmi Brisma.

Pernyataan itu di lontarkan Rasmi, ketika lembaga legislativ Bukittinggi menggelar jumpa wartawan terkait aksi Wolk Out para mahasiswa yang tergabung di organisasi HMI.


"Sudahlah hentikan blunder itu. Bukittinggi sudah aman, pesta politik sudah berakhir. Mari kita bangun Bukittinggi", ajak Rasmi Brisma.

Nada yang sama juga diarahkan Rasmi Brisma, pada ketua DPRD Bukittinggi Herman Sofian.

"Beliau satu partai dengan anda, dan anda harus melihat jauh kedepan untuk kemajuan kota.. Banyak yang harus dikerjakan untuk mendongkrak perekonomian rakyat.", kata Rasmi mengingatkan.(asroel bb).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.