News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sengkarut Proyek Peningkatan Kualitas Lingkungan. PT. Breins Veri Ajukan Perpanjangan Waktu.

Sengkarut Proyek Peningkatan Kualitas Lingkungan. PT. Breins Veri Ajukan Perpanjangan Waktu.



Padangpanjang,merapinews.com - Paket Proyek Peningkatan Kualitas Pemungkiman Kumuh (Slum Area) kota Padang Panjang bagaikan benang kusut dan makin manarik untuk disimak. Pasalnya PT. Breins Veri. Perusahaan yang dipercaya Pemerintah mengerjakan proyek senilai Rp. 5, 089 miliar di kota Padang Panjang konon, atau besar kemungkinan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. 

Terindikasi pemilik proyek dan rekanan akan bermain mata atas pembayaran keterlambatan (finalti) pekerjaan memperkaya diri.

Dana keterlambatan (vinalti) itu diperoleh melalui pasal 120 Peraruran Presiden (Perpres) no. 70 tahun 2012 tentang sangsi keterlambatan penyedia barang dan jasa menyelesaikan pekerjaan.

Menurut Zainal Abidin HS. Perusahaan itu harus menyetor denda finalti itu ke kas negara senilai 1/1000 (satu perseribu) setiap hari dari nilai kontrak

Artinya, kata pengamat jasa kontruksi dari Lembaga Infestigasi (LI) Badan Penyelamat Aset Nagara (BAPAN) perwakilan Sumbar Zainal Abiddin HS. 

PT. Breins Veri, perusahaan pemenang lelang proyek Peningkatan Kualitas Pemungkiman Kumuh (Slum Area) jalan Soekarno Hatta kota Padang Panjang sepanjang 1,4 Km itu harus merogoh kocek untuk membayar denda keterlambatan pekerjaan ke Kas Negara senilai Rp. 5 juta lebih setiap hari kerja.


Nilai denda itu diperoleh, katanya dihitung dari nilai kontrak setelah perusahaan dari Jakarta itu menanda tangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) tanggal 10 Oktober 2020, dengan waktu pelaksanaan kerja 240 hari kalender. 

Disinyalir dana denda itu akan mereka memanfaatkan (selewengkan) memperkaya diri dengan tidak menyetorkan ke negara secara utuh dengan berbagai argumentasi tehnik. 

Ketua dan pengamat jasa kontruksi dari Lembaga Investigasi (LI) BAPAN Sumbar Zainal Abidin, memprediksi  hal itu, setelah ia melihat perkembangan pekerjaan.

Bobot atau volume pekerjaan perusahaan pemenang lelang PT. Breins Veri senilai Rp. 5,089 miliar itu sampai waktu yang telah ditetapkankan dalam kontrak per 1 Mei 2021 diprediksi belum mencapai 65%, sementara rentang waktu pekerjaan sudah berakir per tanggal 1 May 2021, katanya menjawab pertanyan di Padang

Artinya kata Zainal disini berlaku peraturan Presiden (prespes) no. 77 tahun 2018. Tentang sangsi keterlambatan penyedia barang dan jasa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan.

Pasal 112 menyatakan, rekanan yang mengerjakan proyek yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dikenakan Finalti (denda) 1/1000 (satu perseribu) perhari. Artinya PT Breins Veri harus menyetorkan dana keterlambatan pekerjaanya ke kas negara senilai Rp. 50 juta setiap hari kerja.

"Kami sudah mengajukan perpanjangan waktu 60 hari kedepan", ujar. General Maneger lapangan Pt. Breins Veri Boy Hendra.

Ketika dikonfimasi ulang, realisasi perpanjangan waktu keterlambatan. General Maneger Lapangan PT Breins Veri - Boy Hendra enggan berkomentar.

"Tanyakan langsung pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Cipta Karya", ujarnya menjawab pertanyaan melalui sambungan telefon Rabu 5/5.



Boy, sebelumnya tidak menampik (mengelak)  pekerjaan yang ia awasi dilapangan mengalami keterlambatan. "Kami sudah ajukan permohonan perpanjangan waktu 60 hari kedepan", tulis Boy melalui WA.

Sebelumnya ia beragumentasi keterlambatan pekerjaan karena ada perubahan item pekerjaan diluar kontrak atas permintaan Walkota Padang Panjang. "Seperti pemasangan Kanstin Trotoar", ujarnya.

Sementara,  Pejabat Pembuat Momitmen (PPK) dari Dirjen Cipta Karya Balai Besar Prasarana Pemungkiman Wilayah Sumatera Barat, Deddy Prawira Pratama, sejauh ini belum bisa di konfirmasi meski ia sudah dihubungi secara patut terkait fenomena dengan proyek yang dibiayai dari dana yang bersumber dari Islamic Development Bank itu. (asroel bb).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.