News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kadis Pendidikan Sijunjung Abai, CV. Lolita Mempekerjakan Tukang Pada Detik-Detik HUT RI ke 76

Kadis Pendidikan Sijunjung Abai, CV. Lolita Mempekerjakan Tukang Pada Detik-Detik HUT RI ke 76




Muaro Sijunjung,merapinews.com - Tujuh Puluh Enam tahun usia kemerdekaan Republik Indonesia (RI), setelah merebutnya dari tangan penjajah. Selama itu pula kita menikmati arti sebuah kemerdekaan yang hakiki. 

Sebagai rasa syukur dan suka cita atas kemerdekaan itu, setiap tahun kita merayakan dan memperingatinya dengan khitmat.

Namun tidak semua warga negara yang bersyukur atas kemerdekaan yang diperoleh dengan tumpahan darah para pejuang kemerdekaan itu. Bahkan sebagian mereka cuek dengan apa yang telah diberikan negara kepada mereka.

Buktinya, dua rekanan Dinas pendidikan Kabupaten Sujunjung, CV. Lovita Karya, Perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek rehabilitasi ruangan SMPN 38 Sijunjung senilai Ro. 262,5 juta, dan CV. Moan Karya, Rehabilitasi Toilet senilai Rp. 89 juta abai dengan arti kemerdekaan RI ke 76. Ada indikasi dua perusahaan itu tidak memiliki rasa nasionalisasi kebangsaan.


Mereka tetap mengerjakan proyek rehabilitasi sekolah itu, meski diseluruh negri anak bangsa dengan suka cita merayakan kemerdekaan yang diperoleh dengan berdarah-darah.

Bukti para pekerja rekanan itu abai dengan hari kemerdekaan terekam berbagai kegiatan yang mereka (para tukang) lakukan. Ada suara yang sedang memotong kayu dengan gergaji dan juga terdengar suara ketukan palu pada  tembok.

Saya menilai sikap dua rekanan Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung, menunjukan bukti rasa kenegaraan mereka tipis. 

"Kepala Dinas Pendidikan Sujunjung harus memberi tegoran, kalau perlu putuskan kerjasama melalui kontrak yang telah ditandatangani sebagai bentuk penghargaan terhadap kemerdekaan", ujar Jon Firman.

Menurut Jon Firman, pada hari yang bersejarah itu semua anak bangsa merayakanya dengan berbagai kegiatan. Tapi perusahaan pemenang lelang proyek Rehabilitasi SMPN 38 Sijunjung itu tidak memperdulikanya.

Menurut anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) perwakilan Sumbar itu. Ia melihat Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung, juga tidak peka terhadap kemenangan yang direbut dengan mengorbankan harta dan nyawa para pejuang.

Buktinya, baik Pejabat Pembuat Momitmen (PPK) renovasi SMPN 38 Sijunjung maupun Kepala Dinas Pendidikan, sama-sama membiarkan hal itu terjadi.

Padahal masyarakat sekitar lokasi proyek (sekolah) menyesalkan hal itu terjadi.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung Usman Gumanti, maupun PPK yang mengawasi pelaksanaan renovasi sekolah, termasuk rekanan CV. Lolita dan CV. Mosn Karya.(mon eferi). 

editor : asroel bb




Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.