News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Orang Tua Murid di Bukittinggi, Minta Kebijakan Pemakaian Busana Adat Baju Basiba dan Guntiang Cino Bagi Siswa Ditinjau Ulang.

Orang Tua Murid di Bukittinggi, Minta Kebijakan Pemakaian Busana Adat Baju Basiba dan Guntiang Cino Bagi Siswa Ditinjau Ulang.


Bukittinggi,merapinews.com -
Penerapan adat dan budaya Minagkabau, melalui pakaian khas Taluak Bulango (Guntiang Cino) bagi kaum pria, dan Baju Basiba bagi kaum Hawa (perempuan), yang akan diterapkan di Kota Bukittinggi, dinilai banyak pihak belum saatnya diberlakukan. Alasanya, dampak pasca pandemi Covid – 19, masih mempengaruhi perekonomian masyarakat.

Dalam kondisi perekonomian masyakarakat yang masih dipengaruhi Andemi. Pemerintah kota Bukittinggi, diharapkan meninjau kembali kebijakan itu.

Anggota Komisi II DPRD kota Bukittinggi, Ibnu Aziz berharap Pemko Bukittinggi meninjau ulang kebijakan yang kurang elok. Sebab, kebijakan itu memberatkan perekonomian  masyarakat, orang tua peserta didik dan para pendidik.

Ibnu Aziz menyatakan hal itu usai Anggota DPRD Bukittinggi dan Pemerintah kota Bukittinggi mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI di Gedung Dewan Bukittinggi. Selasa 16/8-2022. 

Meski Ibu Aziz, tidak merinci kebijakan Pemko Bukittinggi itu, apakah dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwako) atau dalam bentuk lain. Yang jelas kebijakan tersebut sangat dan sangat memberatkan. 

Menurut anggota Badan Pembetukan Peraturan Daera di DPRD Bukittinggi, ia acap mendengar keluhan dan pengaduan orang tua murid tentang pakain adat yang akan diterapkan bagi peserta didik.

“Saya ditelefon oleh orang tua peserta didik, ketika sosialisasi penerapan pakain adat yang akan diberlakukan bagi siswa rendah (SD) dan siswa menengah (SMP). Ada diantara orang tua siswa menyampaikan, kalau kebijakan Pemda kota Bukittinggi itu tidak dikuti akan beresiko!!. Saya tidak tahu apakah beresiko itu dalam bentuk ancaman, atau bagai mana?”, ujarnya Ibnu Aziz balik bertanya. 

Sementara. Pemerintah kota Bukittinggi, tidak menampik akan diberlakuikanya penerapan adat dan budaya Minangkabau itu dalam bentuk pakaian Guntiang Cino dan Pakaian Baju Basiba. 

Pengadaan pakaian  itu dibebankan kepada masing-masing personal, kalau mereka seorang PNS, ya.. beli sendiri. Dan tanggung jawab orang tua murid kalau anak-anak mereka masih dalam pendidikan pada sekolah tingkat dasar (SD) dan Sekolah menengah Pertama (SMP) sama halnya ya... beli sendiri juga.

Menjawab pertanyaan. Pemerintah Kota Bukittinggi membenarkan adanya kebijakan memakai busana Minangkabau Taluak Bulango dan Baju Basiba itu.

“Penerapan di sekolah-sekolah tidak serta merta, melain secara berkala. Bagi siswa kebijakan itu diberlakukan pada siswa baru”, ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi Melfi Abrar. 

Kalau disatu sekolah ada peserta didik terdiri dari kakak dan adik, atau perserta didi disebuah sekolah terdiri dari 3 bersaudara Maka yang wajib memiliki baju itu, siswa yang baru masuk, kata Melfi Abrar.

Menjawab pertanyan Melfi Abrar enggan menyebut Surat Keputusan (SK) kebijakan pemakaian baju adat tersebut “ ya..ya, saya masih dalam kedaraan sedang setir mobil”, ujarnya dibalik gagang telefon selulernya.(asroel bb).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.