arrow_upward

Perkuat Kapasitas, RAPI Jadi Garda Komunikasi Masyarakat Bukittinggi

24 Mei 2026 : 24.5.26


Bukittinggi, merapinews.com — 

"RAPI merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung komunikasi kebencanaan dan pelayanan masyarakat. Ketika sinyal seluler terganggu, kemacetan terjadi, atau bencana datang, komunikasi radio melalui frekuensi 142 MHz sering menjadi harapan pertama dalam penyampaian informasi yang cepat dan akurat."

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bukittinggi, Asrar Fernando, saat pembukaan kegiatan Bimbingan Organisasi dan Bimbingan Teknis Anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Bukittinggi yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Diskominfo bersama Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dewi Anggraini, di Santika Hotel, 23–24 Mei 2026.

Menurut Asrar Fernando, keberadaan RAPI tidak lagi sekadar menjadi wadah komunikasi berbasis radio, namun telah berkembang menjadi bagian penting dari sistem komunikasi masyarakat yang berfungsi sebagai penghubung cepat di berbagai situasi, terutama pada kondisi darurat.

Di tengah perkembangan teknologi komunikasi digital yang terus meningkat, keberadaan radio komunikasi justru tetap memiliki peran penting. Pada sejumlah kondisi tertentu seperti gangguan jaringan seluler, bencana alam, kemacetan lalu lintas, hingga kebutuhan koordinasi lapangan, sistem komunikasi radio kerap menjadi jalur alternatif yang mampu menjangkau informasi secara cepat dan langsung.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari Pokok Pikiran anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dewi Anggraini, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas organisasi komunikasi masyarakat di Kota Bukittinggi," jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bukittinggi terus mendorong peningkatan kemampuan teknis anggota RAPI, termasuk pemahaman regulasi serta etika dalam berkomunikasi. Hal tersebut dinilai penting agar para anggota semakin profesional dan mampu menjalankan fungsi sosialnya secara optimal.

"Diharapkan melalui bimtek ini anggota RAPI Bukittinggi semakin profesional, solid dan siap bersinergi dengan BPBD, Polres, Dishub serta seluruh OPD, terlebih pada momentum peringatan 100 Tahun Jam Gadang dan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026," tambahnya.

Kegiatan tersebut diikuti 31 anggota RAPI dan didukung empat orang panitia pelaksana. Sejumlah narasumber turut dihadirkan, di antaranya dari Balai Monitoring (Balmon) Kelas II A Padang, BPBD, Dinas Kesehatan, dan RAPI Sumatera Barat.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dewi Anggraini, menilai pelaksanaan bimbingan organisasi dan teknis ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya anggota RAPI, terutama dalam menjalankan fungsi pelayanan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, RAPI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah, tidak hanya dalam mendukung komunikasi sosial, tetapi juga pada berbagai kegiatan kemasyarakatan hingga penanganan kebencanaan.

Di balik perangkat radio dan frekuensi yang digunakan, terdapat peran kemanusiaan yang tidak sederhana. Dalam situasi ketika jaringan komunikasi modern berhenti bekerja, para anggota RAPI sering kali menjadi mata, telinga, dan penghubung informasi yang memastikan pesan-pesan penting tetap sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.(rel/asroel bb)