Payakumbuh,merapinews.com —
Tongkat komando Kepolisian Resor (Polres) Payakumbuh resmi berpindah tangan. AKBP Irwan Andeta, S.I.K., M.H., kini dipercaya memimpin institusi kepolisian di Kota Payakumbuh dan sejumlah wilayah hukumnya, menggantikan AKBP Ricky Ricardo, S.I.K., S.H., M.H., yang mendapat amanah baru sebagai Kapolres Pesisir Selatan.
Serah Terima Jabatan (Sertijab) dipimpin langsung Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., di Aula Mapolda Sumbar, Selasa (28/7/2026).
Pergantian pucuk pimpinan ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di balik pergeseran tongkat komando tersebut, tersimpan tantangan besar yang harus segera dijawab Kapolres Payakumbuh yang baru.
Masyarakat tentu berharap kehadiran AKBP Irwan Andeta bukan hanya melanjutkan rutinitas birokrasi dan program yang sudah berjalan, tetapi mampu menghadirkan terobosan nyata dalam menjawab berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum.
Sebab, wajah keamanan sebuah daerah tidak hanya diukur dari seberapa sering polisi melakukan patroli atau menggelar operasi. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat merasa aman, hukum ditegakkan secara adil, serta penyakit masyarakat dapat ditekan hingga ke akar persoalannya.
Di sinilah tantangan AKBP Irwan Andeta dimulai.
Pengalaman sebelumnya sebagai Kasipulahjiantadakgar Subditgakkar Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) Korlantas Polri tentu menjadi modal penting. Namun, pengalaman di tingkat pusat harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang konkret di lapangan.
Payakumbuh memiliki karakter persoalan tersendiri. Peredaran narkotika, perjudian, aksi premanisme, balap liar, kriminalitas jalanan, hingga potensi gangguan keamanan lainnya merupakan persoalan yang membutuhkan kerja kepolisian yang tidak sekadar reaktif.
Penegakan hukum juga dituntut tidak berhenti pada pelaku lapangan. Jika ada jaringan yang lebih besar, aktor intelektual, maupun pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari aktivitas ilegal, maka publik tentu berharap aparat berani membongkarnya.
Di tengah tuntutan tersebut, transparansi penanganan perkara menjadi penting.
Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana kasus-kasus yang menjadi perhatian publik ditangani. Jangan sampai penegakan hukum hanya terlihat keras kepada pelaku kecil, sementara persoalan yang lebih besar justru berjalan lambat dan tidak jelas ujungnya.
Karena itu, kepemimpinan AKBP Irwan Andeta akan diuji bukan hanya dari kemampuan menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga dari keberanian membangun penegakan hukum yang profesional, transparan, dan tidak tebang pilih.
AKBP Ricky Ricardo meninggalkan Polres Payakumbuh setelah kurang lebih dua tahun memimpin. Ia selanjutnya dipercaya menjabat Kapolres Pesisir Selatan.
Selama memimpin Polres Payakumbuh, sejumlah program kepolisian dijalankan dalam bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum, pelayanan publik serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kini, estafet kepemimpinan berada di tangan AKBP Irwan Andeta.
Wakapolres Payakumbuh AKBP Julianson, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas pengabdian AKBP Ricky Ricardo selama memimpin Polres Payakumbuh.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak AKBP Ricky Ricardo atas pengabdian, dedikasi, serta berbagai inovasi yang telah membawa kemajuan bagi Polres Payakumbuh. Semoga senantiasa sukses dan diberikan kelancaran dalam mengemban amanah baru sebagai Kapolres Pesisir Selatan,” ujarnya.
Sementara itu, seluruh personel Polres Payakumbuh disebut siap mendukung kepemimpinan AKBP Irwan Andeta.
“Kami optimistis, dengan pengalaman beliau di tingkat Korlantas Polri, sinergitas internal maupun eksternal akan semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” kata Julianson.
Pernyataan tersebut tentu menjadi modal awal bagi Kapolres baru. Namun, tantangan di lapangan akan menjadi ukuran sesungguhnya.
Publik akan menunggu apakah kepemimpinan baru mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Apakah laporan masyarakat ditindaklanjuti secara cepat? Apakah kasus-kasus yang mangkrak dapat diselesaikan? Apakah pemberantasan narkoba mampu menyentuh jaringan pemasok, bukan hanya pengguna atau kurir? Dan yang tak kalah penting, apakah penegakan hukum benar-benar berjalan tanpa pandang bulu?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan menjadi ujian bagi AKBP Irwan Andeta.
Sertijab di Mapolda Sumbar memang telah selesai. Namun, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai.
Tongkat komando telah berpindah tangan. Kini, masyarakat Payakumbuh menunggu bukti, bukan sekadar janji.
Sementara itu, dalam rangkaian Sertijab yang dipimpin Kapolda Sumbar tersebut, juga dilakukan serah terima jabatan sejumlah pejabat utama dan Kapolres jajaran Polda Sumbar. Di antaranya Irwasda Polda Sumbar, Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit), Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam), Direktur Samapta (Dirsamapta), Kabbid Dokkes, Kapolres Pesisir Selatan, Kapolres Payakumbuh, Kapolres Agam, Kapolres Pasaman, Kapolres Solok Selatan, Kapolres Pariaman, Kapolres Solok serta Kapolres Tanah Datar.
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pelantikan Kepala Biro Logistik (Karo Log) Polda Sumbar.
Bagi AKBP Irwan Andeta, jabatan baru ini bukan sekadar promosi dan pergantian posisi. Ini adalah mandat untuk memastikan hukum benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Dan publik akan menjadi saksi, apakah tongkat komando baru itu mampu mengubah tantangan menjadi pembuktian.(relhms/asroel bb)
