Limapuluh Kota, merapinews.com –
Bagi masyarakat Jorong Nenan, Kecamatan Bukit Barisan, jembatan bukan sekadar penghubung dua sisi sungai. Ia menjadi urat nadi kehidupan, tempat warga melintas setiap hari untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, bersekolah, hingga menjalankan berbagai aktivitas ekonomi.
Selama bertahun-tahun, warga harus melewati jembatan yang kondisinya semakin menua dan kurang layak. Kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan selalu menghantui, terutama saat arus sungai meningkat pada musim hujan.
Kini, harapan itu mulai menjadi kenyataan.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota merealisasikan pembangunan Jembatan Batang Nenan pada Tahun Anggaran 2026. Proyek tersebut menjadi bagian dari Program Penyelenggaraan Jalan melalui Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota pada Sub Kegiatan Penggantian Jembatan.
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Capmaira berdasarkan Kontrak Nomor 03.03/PPK-PL/RK-TKD/PUPR-LK/2026 yang ditandatangani pada 10 Juli 2026. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp349.600.000 yang bersumber dari APBD (TKD) Kabupaten Limapuluh Kota Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan selama 75 hari kalender.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota, Orlanda, ST, mengatakan pembangunan jembatan merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, layak, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Didampingi Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Risman, Orlanda menyebut seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan terus diawasi agar menghasilkan konstruksi yang berkualitas.
"Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan Jembatan Batang Nenan direncanakan dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026," ujar Orlanda.
Menurutnya, keberadaan jembatan baru tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Bukit Barisan. Distribusi hasil pertanian diharapkan semakin lancar, biaya transportasi dapat ditekan, dan aktivitas ekonomi masyarakat akan tumbuh lebih cepat.
Di balik pembangunan tersebut, tersimpan pula rasa bangga dari pelaksana proyek. Wakil Direktur CV. Capmaira, Sandi, mengaku bersyukur mendapat kepercayaan membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat kampung halamannya.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota beserta jajaran yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Jorong Nenan sehingga revitalisasi Jembatan Batang Nenan dapat terlaksana," katanya.
Sandi mengakui kondisi jembatan lama memang sudah memprihatinkan sehingga membutuhkan penggantian demi menjamin keselamatan pengguna jalan. Karena itu, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan berpedoman pada spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Ia berharap, ketika jembatan itu resmi difungsikan, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Semoga jembatan ini menjadi penghubung harapan baru bagi masyarakat, memperlancar aktivitas sehari-hari, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan menjadi salah satu penopang meningkatnya perekonomian warga," tutupnya.
Pembangunan Jembatan Batang Nenan menjadi bukti bahwa infrastruktur bukan hanya tentang beton dan baja, melainkan investasi jangka panjang untuk membuka keterisolasian, memperkuat konektivitas, dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Limapuluh Kota.(asroel bb)

