Lima Puluh Kota, merapinews.com — Pembangunan akses jalan sepanjang 2,7 kilometer di Jorong Buluh Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, menjadi salah satu sasaran utama yang terus dikebut dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0306/50 Kota.
Hingga Selasa (4/8/2026), progres penyiapan badan jalan dengan lebar tujuh meter tersebut telah mencapai 82 persen. Jalan ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi masyarakat, sekaligus membuka akses yang lebih baik terhadap aktivitas ekonomi, pertanian dan mobilitas warga.
Dansatgas TMMD/N ke-129 Kodim 0306/50 Kota, Letkol Inf. Nooriadi Nata, menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kehadiran TNI dapat memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan jalan menjadi bagian penting dari upaya membuka akses masyarakat yang selama ini membutuhkan infrastruktur yang lebih memadai. Karena itu, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI, Polri dan masyarakat.
Dalam pelaksanaan TMMD kali ini, ujar Nopriadi Nata, pihaknya menurunkan 110 personel TNI, lima personel Polri dan enam masyarakat tercatat terlibat dalam kegiatan di lapangan.
Selain penyiapan badan jalan, sejumlah sasaran fisik lainnya juga terus dikerjakan. Penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter telah rampung 100 persen. Begitu juga pemasangan lima titik gorong-gorong serta pemasangan batu sepanjang 100 meter yang masing-masing telah mencapai 100 persen.
Sementara itu Dansatgas Nopriadi, mengakui pengerasan jalan menggunakan material sertu sepanjang 2.550 meter masih berada pada progres 0 persen. Pembangunan tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah mencapai 84 persen, sedangkan pembangunan Tugu TMMD baru mencapai 50 persen.
Progres tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan TMMD bukan sekadar mengejar angka penyelesaian proyek, tetapi menyasar kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari persoalan pembangunan di wilayah tersebut.
Di sisi lain, sasaran tambahan TMMD juga menunjukkan capaian signifikan. Program ketahanan pangan seluas satu hektare telah rampung 100 persen. Demikian pula penanaman pohon, pembersihan lingkungan, pembagian sembako, pelayanan kesehatan gratis dan bazar murah yang seluruhnya telah terealisasi.
Program pemberian paket makanan bagi penderita stunting juga telah mencapai 100 persen, sedangkan program TNI Manunggal Air Bersih masih dalam proses dengan capaian 68 persen.
Kehadiran Satgas TMMD juga tidak berhenti pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik terus digulirkan untuk memperkuat kapasitas dan kesadaran masyarakat.
Hingga 4 Agustus 2026, berbagai penyuluhan telah dilaksanakan, mulai dari kesehatan lingkungan, ketahanan pangan, wawasan kebangsaan dan bela negara, kependudukan dan keluarga berencana, kebencanaan, keamanan dan ketertiban, hingga penyuluhan dari Kementerian Agama, Dinas Kominfo, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Ajenrem 032/Wbr, Kumrem 032/Wbr dan Politeknik Pertanian.
Namun, sejumlah kegiatan nonfisik masih menunggu pelaksanaan, di antaranya penyuluhan Kamtibmas dari Polres dan penyuluhan dari BNN.
Terbaru, Satgas TMMD/N ke-129 melaksanakan penyuluhan dari Satpol PP Kabupaten Lima Puluh Kota di Aula Kantor Wali Nagari Sarilamak, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan menghadirkan Kasatpol PP Kabupaten Lima Puluh Kota, Rahmadinol, sebagai narasumber dan diikuti perangkat Nagari Sarilamak, para wali jorong se-Kenagarian Sarilamak, Linmas, Parik Pagar Nagari serta masyarakat.
Penyuluhan tersebut menitikberatkan pada penguatan peran Linmas di tengah masyarakat. Linmas didorong memahami tugas dan fungsinya, termasuk kewenangan Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.
Selain itu, sinergisitas antara Linmas, aparat pemerintahan dan masyarakat menjadi salah satu poin penting yang disampaikan. Setiap pelaksanaan tugas juga diingatkan agar tetap berpedoman pada dasar hukum serta peraturan daerah yang berlaku.
Bagi masyarakat Jorong Buluh Kasok, keberadaan TMMD menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan yang selama ini dinantikan. Jalan yang sedang dibangun bukan sekadar hamparan tanah dan batu sepanjang 2,7 kilometer, tetapi diharapkan menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga.
Dengan progres penyiapan badan jalan yang telah mencapai 82 persen, pekerjaan Satgas TMMD kini memasuki fase penting. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Program TMMD ke-129 Kodim 0306/50 Kota pun terus bergerak, menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat. Di tengah keterbatasan yang ada, semangat gotong royong antara TNI, Polri dan masyarakat menjadi kekuatan utama untuk menuntaskan sasaran yang telah ditetapkan.(asroel bb).


