arrow_upward

Sekda Bukittinggi Sesalkan Kendaraan Dinas Terjaring Operasi Patuh

24 Juli 2025 : 24.7.25
Bukittinggi, merapinews.com  --
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi Risma Hadi, menyesalkan masih ada oknum pegawai dilingkungan pemerintahan yang ia pimpin tidak taat aturan (madar).

Sebagai se orang Pegawai Nagri Sipil (PNS), harusnya mereka memberikan contoh dan mematuhi aturan yang berlaku di negara. 

“Ini kita pula yang melanggar.”, sesal Risma Hadi.

 Risman, menyatakan hal itu menjawab pertanyaan terkait dengan terjaringnya dua unit kendaraan roda dua plat merah aset Pemko  Bukittinggi, dalam operasi patuh Singgalang tahun 2025. 

Dua unit kendaraan roda dua itu terjaring saat meluncur di jalan Sudirman Bukittinggi, kota Bukittinggi. Pada kesempatan yang sama di kawasan itu sedang berlangsung operasi patuh singgalang tahun 2025 . Saat itulah dua oknum PNS di Lingkungan Pemko Bukittinggi, meluncur dilokasi dengan kendaraan dinas.

“Ketika kami periksa mereka tidak mampu memperlihatkan kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraann (STNK)”, ujar Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polresta Bukittinggi Ipda Azriyandi, Selasa 22 Juli 2025.

Menjawab pertanyaan Kapolreta Bukittinggi Kombes Pol Rully Wijayanto mengatakan pihaknya selama operasi itu berlangsung tidak melakukan tebang pilih.

“Kita tidak pandang bulu itu siapa, kalau melanggar peraturan lalulintas dan tidak sesuai ketentuan selama operasi itu berlangsung dari tanggal 14 Juli sampai 27 Juli 2025 tetap kami tilang”, ujar Kapolresta melalui KBO Satlantas Ipda Azriyandi.

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nauli Handayani, menjawab pertanyaan tidak menampik dua petugas di lingkungan Institusinya terjaring Operasi Patuh Senggalang tahun 2025.

Ia mengatakan dua unit kendaraan roda dua tersebut tidak mati pajak. Pajaknya sudah dibayar. Cuma plat nomor Polisi yang belum diganti. “Saya dah peringati mereka agar menganti plat nomor kendaraan”, papar Handayani.

Menurutnya, staf yang terjaring itu merupakan PLKP BKKBN perwakilan Sumatera Barat. Tentu hal ini akan saya laporkan pada atasan mereka.(asroel bb).