arrow_upward

Ghea Deasti Putri, Remaja Putri Nagari Salo Yang Menggapai Langit

23 Juni 2026 : 23.6.26

 


Oleh. : A s r o e l. BB

            Wartawan merapinews 

Tidak banyak yang tahu, setiap langkah yang mengantarkan Ghea Deasti Putri, hingga ke titik ini bukanlah perjalanan yang mudah. Di balik senyum yang hari ini mengembang, ada tahun-tahun panjang yang dilalui dengan kesederhanaan.

Mama dan papa mungkin bukan orang berada. Kehidupan sehari-hari dijalani dengan kerja keras, membagi waktu antara tugas sebagai wartawan dan mengolah sawah dan ladang demi memenuhi kebutuhan keluarga. Tak jarang panas matahari menjadi sahabat, hujan menjadi teman perjalanan, dan lelah menjadi bagian dari kehidupan yang harus diterima dengan ikhlas.

Namun dalam segala keterbatasan itu, ada satu hal yang tidak pernah berkurang: yaitu keyakinan bahwa pendidikan, kerja keras, dan doa adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan.

Ghea, remaja putri yang tumbuh dari Kampuang Panjang, Nagari Salo, Kecamatan Baso, Agam, Sumatera Barat menyaksikan semua itu. Ia melihat bagaimana orang tuanya berjuang tanpa banyak mengeluh, bahkan ia ikut serta dan membiarkan  tangannya berkubang tanah dan berlumpur membantu orang tua di sawah dan di parak.

Ia belajar bahwa kehidupan tidak selalu memberikan kemudahan, tetapi selalu menyediakan kesempatan bagi mereka yang mau berusaha.

Mungkin karena itulah Ghea, remaja putri  tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah. Ia memahami bahwa setiap keberhasilan memiliki harga yang harus dibayar dengan disiplin, pengorbanan, dan ketekunan.

Hari ini, ketika seragam merah AirAsia melekat di tubuhnya, yang terlihat bukan sekadar seorang gadis yang berhasil menjadi pramugari. Yang terlihat adalah perjalanan panjang sebuah keluarga yang bertahun-tahun menanam harapan dalam diam.

Seragam itu bukan hanya lambang profesi sebagai pramugari. Ia adalah simbol dari doa-doa yang terucap dalam setiap sujud malam. Ia adalah simbol dari peluh yang menetes di sawah dan ladang jagung. Ia adalah simbol dari kesabaran orang tua yang terus percaya bahwa suatu hari anaknya akan menemukan jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi banyak orang, keberhasilan mungkin diukur dari jabatan atau penghasilan. Namun bagi mama dan papa, keberhasilan terbesar adalah melihat anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, menghormati orang tua, tidak melupakan asal-usulnya, dan mampu berdiri tegak meraih impiannya dengan cara yang terhormat.

Itulah sebabnya hari ini menjadi hari yang begitu bahagia dan mengharukan. Karena yang sedang dirayakan bukan hanya keberangkatan seorang putri menuju langit, melainkan kemenangan sebuah perjuangan dan impian. Kepakan lah sayap mu dilangit nak!!,  dan jangan lupa doa yang menyertai jalan pulang. (**)