arrow_upward

Bapak Aing, Sentil Maraknya Tambang Emas Ilegal di Sumbar

19 Juli 2026 : 19.7.26

 

Padang,merapinews.com. ---

Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Bapak Aing, seolah menjadi tamparan keras bagi Sumatera Barat, yang hingga kini masih berjibaku menghadapi maraknya Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). 

Tanpa menyebut daerah tertentu, Dedi mengingatkan bahwa kekayaan alam yang terus dikeruk tidak jaminan lahirnya kesejahteraan. Sebaliknya, eksploitasi yang tidak terkendali justru menyisakan kerusakan lingkungan, sungai yang tercemar, hutan yang gundul, bencana ekologis, serta masyarakat yang tetap hidup dalam kemiskinan.

Bagi Sumatera Barat, pesan itu terasa sebegai sebuah tamparan yang sangat relevan. 

Aktivitas PETI masih berlangsung di sejumlah wilayah meski telah berulang kali ditertibkan aparat. Lubang-lubang tambang terus bertambah, aliran sungai rusak akibat penggunaan alat berat dan bahan kimia, sementara keuntungan terbesar justru diduga lebih banyak dinikmati para pemodal daripada masyarakat sekitar.

Di hadapan para peserta Musyawarah Wilayah VII KAHMI Sumatera Barat, yang berlangsung di Padang 18 s/19 Juli 2026, Dedi menegaskan bahwa masa depan daerah tidak boleh digantungkan pada eksploitasi sumber daya alam. 

Menurutnya, kemajuan hanya akan lahir dari inovasi, penguatan sumber daya manusia, dan kemampuan mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

"Mana daerah yang sukses karena penebangan hutan? Mana daerah yang sukses karena penambangan? Saya tidak menemukan itu," tegas Dedi.

Pernyataan tersebut bukan sekadar kritik, melainkan peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Barat. Daerah yang dikenal kaya akan keindahan alam, budaya Minangkabau, dan sektor pariwisata itu dinilai memiliki potensi jauh lebih besar untuk membangun ekonomi yang ramah lingkungan dibanding terus membiarkan praktik tambang emas ilegal menggerus kekayaan alamnya. 

Jika PETI terus dibiarkan, yang diwariskan kepada generasi mendatang bukanlah kemakmuran, melainkan kerusakan lingkungan dan hilangnya sumber kehidupan.(asroel bb)