arrow_upward

Ramlan: Angkutan Sekolah Gratis Kurangi Beban Orang Tua dan Kepadatan Lalu Lintas

05 Oktober 2026 : 5.10.26

 

Bukittinggi, merapinews.com — 

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan program angkutan sekolah gratis bagi pelajar merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Bukittinggi yang bertujuan memberikan kemudahan transportasi, mengurangi beban orang tua, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.

Hal itu disampaikan Ramlan saat meluncurkan dan melakukan uji coba angkutan sekolah gratis tahun 2026 di depan SMPN 1 Kota Bukittinggi, Senin (5/10/2026).

"Program ini kita konsep untuk melayani pelajar, mengurangi beban orang tua serta mengurangi kepadatan lalu lintas," ujar Ramlan.

Menurutnya, pada tahap awal program angkutan sekolah gratis diperuntukkan bagi 874 pelajar yang tersebar di delapan SMP Negeri di Kota Bukittinggi.

Pelaksanaan program tersebut masih dalam tahap uji coba. Pemerintah Kota Bukittinggi akan melakukan evaluasi untuk melihat efektivitas layanan sebelum dikembangkan lebih luas, termasuk kemungkinan diperuntukkan bagi pelajar sekolah swasta.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi, Elza Aulia, menjelaskan, program angkutan sekolah gratis merupakan turunan dari salah satu program unggulan Pemko Bukittinggi, yakni Pendidikan Gemilang.

Program tersebut memberikan akses transportasi gratis bagi pelajar menuju dan dari sekolah. Selain membantu pelajar, kebijakan ini juga diarahkan untuk mendukung keberlangsungan usaha pengemudi dan operator angkutan umum.

"Untuk tahap uji coba ini, program angkutan sekolah gratis diperuntukkan bagi 874 pelajar yang tersebar di delapan SMP Negeri di Kota Bukittinggi, dengan dukungan 53 unit angkutan umum yang telah memenuhi persyaratan laik jalan," jelas Elza.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, menyampaikan apresiasi atas diluncurkannya program angkutan sekolah gratis tersebut.

Menurut Syaiful, program ini telah tertuang dalam RPJMD sebagai salah satu program unggulan kepala daerah. Pelaksanaannya juga diperkuat dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Transportasi Darat serta dukungan penganggaran melalui APBD.

"Program ini sudah tertampung dalam RPJMD. Artinya, ini juga menjadi tanggung jawab moral kita di DPRD untuk bersama-sama menyukseskannya," ujarnya.

Syaiful menegaskan, DPRD juga akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Terkait pengawasan, Komisi III nanti secara khusus akan mengevaluasi pelaksanaan angkot gratis ini. Kalau ada kekurangan atau hal yang perlu dievaluasi, tentu bisa dilakukan perbaikan-perbaikan ke depan," katanya.

Pada tahap uji coba, sebanyak 53 unit angkutan umum yang telah memenuhi persyaratan laik jalan disiapkan untuk melayani 874 pelajar dari delapan SMP Negeri di Kota Bukittinggi.(asroel bb)