arrow_upward

Gubernur Mahyeldi: Peran Perantau Perlu Di Berdayakan Di Limapuluh Kota.

Minggu, 14 April 2024 : April 14, 2024

       Limapuluh Kota,merapinews.com  ---

Ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) Kabupaten Lima Puluh Kota pada 2023 mendapatkan angka 0.014, turun 0.014 poin dibandingkan dengan tahun 2022. 

Sementara pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan pada tahun 2023 fari 0.52 persen menjadi 4.55 persen. 

Hal itu telah terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita seiring dengan upaya memperkecil jurang perbedaan antara penduduk kaya dengan penduduk miskin. 

“Ini perlu kita apresiasi dan terus didorong untuk tahun-tahun selanjutnya,” ujar Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi saat berbicara pada Sidang Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lima Puluh Kota ke-183 di Ruang Sidang DPRD,  Sarilamak. Sabtu (13/04/2024).

Gini Rasio merupakan ukuran ketimpangan pendapatan penduduk secara menyeluruh. Indeks gini berkisar antara 0 sampai 1. Apabila koefisien Gini bernilai 0 berarti tidak ada kesenjangan ekonomi atau pemerataan sempurna sedangkan nilai 1 menunjukan nilai kesenjangan maksimal. Ketimpangan pendapatan masyarakat dikatakan “rendah” apabila koefisien Gini dibawah 0,3. 

Ketimpangan pendapatan masyarakat “sedang” apabila koefisien Gini berada pada rentang 0,3 sampai dengan 0,5. 

Ketimpangan pendapatan masyarakat “tinggi” apabila koefisien Gini diatas 0,5.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat, Angka Gini Ratio Kabupaten Lima Puluh Kota berada pada kategori rendah. 

Angka itu terus mengalami penurunan setiap tahun dari 2021-2023 yaitu 0.244 , 0.208, dan 0.194. Kondisi ketimpangan di Kabupaten Lima Puluh Kota paling rendah diantara Kabupaten/Kota di Sumatera Barat pada 2023 bahkan lebih rendah dibandingkan Provinsi Sumatera Barat yang menyentuh angka 0.280.

Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mencapai rata-rata Sumatera Barat bahkan Nasional.

 “Ini tantangan bagi Pemerintah Daerah dan juga seluruh masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota harus saling sinergi, bahu membahu dan melibatkan semua pihak,” tuturnya. 

Ia menambahkan, pihaknya mendorong Pemerintah Daerah dan segenap komponen di Lima Puluh Kota untuk memperkuat dan mengefektifkan setiap potensi yang ada dan jangan lupakan peran perantau menjadi sumber daya  yang perlu diefektifkan.”(aep/asroel bb).