arrow_upward

Jembatan Gantung 89 Persen Rampung, Dandim 0306/50 Kota Akui Sempat Terjadi Musibah di Lokasi

31 Maret 2026 : 31.3.26

Limapuluh Kota, merapinews.com —

Pengerjaan jembatan gantung di Jorong Tanah Tingkah, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, telah mencapai progres 89 persen. 

Proyek yang digagas oleh TNI AD melalui Kodim 0306/50 Kota itu menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat yang selama ini kesulitan akses penghubung.

Di bawah komando Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf Ucok Namara, pembangunan terus dipacu agar segera dapat dimanfaatkan oleh sekitar 100 kepala keluarga yang bermukim di kawasan tersebut.

Jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, mulai dari akses ekonomi hingga mobilitas harian warga di wilayah yang selama ini terisolasi.

Ucok Namara menegaskan, pembangunan jembatan gantung itu tidak dilakukan sendiri oleh TNI, melainkan melalui gotong royong bersama masyarakat setempat.

“Kami tidak bekerja sendiri. Ini kerja bersama masyarakat. Karena kebutuhan akan jembatan ini sangat mendesak, maka kami dorong percepatan pengerjaan agar segera bisa dimanfaatkan,” ujar Ucok Namara saat bersilaturahmi dengan insan pers, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan medan dan akses.

Namun di balik percepatan pembangunan tersebut, musibah sempat terjadi di lokasi proyek. Jembatan gantung dilaporkan mengalami insiden yang menyebabkan sejumlah korban, baik dari masyarakat maupun personel TNI.

Ucok menyebut peristiwa itu sebagai takdir yang tidak bisa dihindari.

“Dalam setiap pekerjaan, kita sudah berupaya maksimal. Tapi musibah adalah kehendak Allah yang tidak bisa ditolak. Tidak ada yang menginginkan hal itu terjadi,” ungkapnya.

Ia memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis secara optimal.

“Ada korban dari masyarakat dan juga anggota kami. Saat ini semuanya sudah ditangani dengan baik,” tambahnya.

TNI Klaim Hadir untuk Kebutuhan Rakyat

Ucok menegaskan, kehadiran TNI dalam pembangunan tersebut merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan riil masyarakat.

“TNI hadir karena mendengar suara masyarakat. Kami ingin berbuat yang terbaik agar fasilitas ini benar-benar memberi manfaat,” tegasnya.

Dengan progres yang hampir rampung, jembatan gantung ini diharapkan segera menjadi solusi permanen bagi keterisolasian warga Jorong Tanah Tingkah.(asroel bb)