Payakumbuh,merapinews.com —
Pagi di kota Payakumbuh tak lagi sekadar tentang lalu lintas yang mulai ramai. Di beberapa sudut kota, suara gesekan alat dan aroma aspal menjadi tanda jalan-jalan yang mulai lelah sedang dirawat.
Selasa, 31 Maret 2026, menjadi hari di mana pemerintah kota kembali turun tangan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), perbaikan jalan dilakukan dengan metode cold mix, menutup lubang-lubang yang selama ini diam-diam mengganggu perjalanan warga.
Di Jalan Sudirman, aktivitas berlangsung seperti biasa, namun perlahan permukaan jalan yang sebelumnya tak rata mulai kembali halus. Di Jalan Kirab Remaja, perhatian tak hanya pada badan jalan, tapi juga bahu jalan yang selama ini berlubangditimbun agar tak lagi membahayakan.
Perjalanan berlanjut ke Jalan Pisang dan Jalan H. Piobang I, di mana tambalan demi tambalan menjadi bukti bahwa perawatan infrastruktur bukan pekerjaan sekali jadi, melainkan proses yang terus dijaga.
Sementara itu di Jalan Dewi Sartika, metode patching cold mix kembali diterapkan, memperpanjang usia jalan yang menjadi nadi aktivitas warga.
Berbeda di Jalan Cemara. Di sana, bukan tambalan yang mencolok, melainkan garis keselamatan yang mulai dipasang di bahu jalan.
Safety line itu mungkin tampak sederhana, namun menjadi penanda penting, bahwa keselamatan juga dibangun dari hal-hal kecil yang sering terabaikan.
Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim, menyebut langkah ini bukan sekadar rutinitas teknis. Ada tanggung jawab besar di balik setiap perbaikan.
“Jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keselamatan. Kita ingin masyarakat merasa aman saat beraktivitas,” ujarnya.
Di balik pekerjaan itu, ada harapan yang tak selalu terlihat. Bahwa roda ekonomi bisa berputar lebih lancar, perjalanan menjadi lebih tenang, dan kota tetap bergerak tanpa terganggu oleh jalan yang rusak.
Payakumbuh mungkin tak berubah dalam semalam. Tapi dari tambalan-tambalan kecil di atas aspal itu, kota ini sedang dijaga, pelan, tapi pasti.(asroel bb).

