Bukittinggi,merapinews.com —
Bunda PAUD Kota Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias, menegaskan peran Tim Pembina (TP) Posyandu sebagai garda terdepan dalam menyukseskan program wajib belajar 13 tahun, khususnya pra 1 tahun Sekolah Dasar.
Yesi mengingatkan hal itu saat berlangsung bimbingan tehnis pendidikan anak usia dini, Senin 6 April 2026 di Aula Dinas Pendikan kota Bukittinggi.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Yesi tidak sekadar memberi arahan normatif. Ia menyentil pentingnya kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
TP Posyandu, kata Yesi harus naik kelas. Tidak cukup hanya pelayanan rutin, tapi harus jadi pusat edukasi keluarga dan penggerak utama kesiapan anak masuk dunia pendidikan.
Menurutnya, peran TP Posyandu kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di tangan kader dan tim inilah, fondasi awal kualitas generasi dibentuk—mulai dari kesehatan, pola asuh, hingga kesiapan belajar anak.
Ia juga mengurai secara gamblang pembagian peran, mulai dari Bunda PAUD tingkat kota, Kecamatan, hingga Kelurahan, termasuk keterlibatan kader Posyandu, TP PKK, tenaga pendidik, hingga dukungan penuh pemerintah daerah.
Ia menekankan, tanpa kolaborasi yang solid, mimpi besar menghadirkan generasi unggul kecuali hanya akan menjadi slogan.
“Kalau ingin Indonesia Emas bukan sekadar wacana, semua kita harus bergerak. Tidak ada lagi kerja parsial. Ini kerja bersama,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama ia juga mengingatkan bahwa momentum bonus demografi harus disambut dengan kesiapan yang matang. Tanpa itu, peluang justru bisa berubah menjadi beban.
“Kita sedang menyiapkan generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat, cerdas, dan siap bersaing. Di sinilah peran TP Posyandu menjadi sangat krusial," ujar Yesi mengingatkan.
Dengan dorongan kuat, TP Posyandu di Kota Bukittinggi diharapkan tak lagi sekadar pelengkap, melainkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi unggul sejak usia dini.(asroel bb).

