arrow_upward

Danrem 032/Wbr: “Tak Ada Ampun Untuk Narkoba”, Operasi Gabungan Ringkus Pengedar di Agam

04 April 2026 : 4.4.26

Agam,merapinews.com.  — 

Komandan Korem 032/Wbr Brigjen TNI Mahfud, S.E., M.Si menegaskan komitmen TNI dalam memerangi narkoba. 

“TNI tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk oknum internal. 

Jika terbukti, akan ditindak tegas sesuai hukum,” ujarnya.

Penegasan itu sejalan dengan keberhasilan operasi gabungan Tim Intel Korem 032/Wbr, Unit Intel Kodim 0304/Agam, dan Sat Narkoba Polresta Bukittinggi yang menggagalkan peredaran narkotika skala besar di Kabupaten Agam. Sabtu 4 April 2026.

Dalam operasi tersebut, dua terduga diamankan di lokasi berbeda. DK, pedagang asal Sawah Paduan, Kelurahan Pekan Kurai, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, serta SY, wiraswasta asal Jorong Kampeh, Nagari Simarosok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.

Penangkapan DK dilakukan di kawasan Pasar Baso. Dari hasil pengembangan, petugas kemudian bergerak cepat dan meringkus SY di kediamannya di Jorong Kampeh.

Dari tangan DK, aparat menyita barang bukti dalam jumlah besar sabu-sabu seberat 927,27 gram, pil ekstasi 184 butir, serta ganja mencapai 1,939 kilogram. 

Selain itu, ditemukan pula sabu-sabu yang diduga palsu seberat 1,180 kilogram dengan berbagai modus penyamaran, seperti dalam bungkus makanan ringan hingga pipet siap edar.

Petugas juga mengamankan alat hisap, pirex kaca, timbangan digital, alat pres plastik, uang tunai, serta sejumlah perangkat komunikasi dan dokumen perbankan yang diduga terkait aktivitas peredaran narkoba.

Sementara itu, dari tangan SY diamankan satu paket ganja seberat 11 gram, dua unit ponsel, uang tunai, serta perlengkapan yang diduga digunakan untuk konsumsi dan pengemasan.

Dalam pemeriksaan DK mengaku berperan sebagai pengedar yang memasok narkoba di wilayah Kabupaten Agam untuk keuntungan pribadi. Sedangkan SY mengaku barang tersebut digunakan untuk konsumsi sendiri.

Dantim Intel Korem 032/Wbr Mayor Cba Mavio menambahkan, pihaknya memastikan tidak ada keterlibatan anggota TNI dalam kasus ini. Namun, setiap informasi yang berkembang tetap akan ditelusuri secara serius.

Keberhasilan operasi ini mempertegas sinergi TNI-Polri dalam memerangi peredaran narkotika yang kian masif, sekaligus menjadi peringatan keras bagi pelaku kejahatan serupa di wilayah Sumatera Barat.(asroel bb/pendim).