arrow_upward

Di Balik Apel Pagi Ada Pesan Tegas untuk Polisi Payakumbuh

01 April 2026 : 1.4.26

Payakumbuh,merapimews.com  — 

Pagi, Selasa (31/3/2026), Lapangan Apel Polres Payakumbuh tidak sekadar menjadi tempat barisan atau apel rutin. Ada suasana berbeda lebih hening, lebih serius. 

Di hadapan barisan personel, Kabid Propam Polda Sumbar Siswantoro berdiri, membawa pesan yang tidak ingin dianggap angin lalu.

Didampingi Wakapolres, Julianson, serta jajaran pejabat utama dan para Kapolsek, Kabid Propam Polda Sumatera Barat itu memulai arahannya tanpa basa-basi.

Bukan sekadar mengingatkan, tapi menegaskan kembali hal yang kerap terdengar namun tak selalu dijalankan disiplin, profesionalisme, dan integritas.

Ia berbicara tentang hal-hal yang tampak sederhana, tapi berdampak besar. Cara berdiri di lapangan, cara berbicara kepada masyarakat, hingga sikap saat menjalankan tugas. 

“Citra Polri itu dibentuk dari hal kecil yang dilakukan setiap hari,” menjadi pesan yang mengemuka dalam pengarahan tersebut.

Namun, kunjungan itu tidak berhenti pada kata-kata. Satu per satu personel diperiksa. 

Kartu identitas dicek, telepon genggam ditelusuri, tes urin dilakukan. Penampilan pun tak luput dari perhatian, rambut harus rapi, seragam harus sesuai aturan. 

Bahkan senjata api dinas pun diperiksa, memastikan semuanya dalam kondisi siap dan sesuai prosedur.

Di sinilah pesan itu terasa lebih nyata: pengawasan bukan sekadar formalitas.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Propam juga mengingatkan garis batas yang tidak boleh dilanggar. 

Penyalahgunaan narkoba, keterlibatan dalam aktivitas ilegal, hingga pelanggaran disiplin lainnya disebut sebagai ancaman nyata yang bisa meruntuhkan kepercayaan publik.

Bagi personel yang berdiri di lapangan pagi itu, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas institusi. Ia menjadi semacam cermin apakah selama ini tugas dijalankan dengan benar, atau masih ada yang perlu dibenahi.

Namun pesan yang ditinggalkan tak berhenti di sana. Ada harapan, sekaligus tuntutan, agar setiap anggota Polres Payakumbuh kembali ke tugasnya dengan satu kesadaran: bahwa kepercayaan masyarakat tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dijaga setiap hari, dalam setiap tindakan.(asroel bb).