Langkah ini diperkuat melalui pertemuan strategis dengan Kementerian Luar Negeri di penghujung Maret 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi menyerahkan materi komprehensif terkait potensi wisata daerah.
Materi itu mencakup aspek aksesibilitas, akomodasi, fasilitas penunjang, hingga kesiapan daerah sebagai destinasi unggulan.
Menurut Ramlan, Semuanya disiapkan sebagai bahan promosi melalui jaringan global, event budaya, strategi digital marketing, serta kolaborasi internasional.
“Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri untuk membantu promosi melalui jaringan KBRI dan diplomasi budaya. Termasuk juga membuka peluang kerja sama dengan media asing serta influencer,” ujar Ramlan.
Ia menambahkan, dukungan dari Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa (Amerop) serta Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) diharapkan mampu memperluas kanal promosi Bukittinggi ke panggung dunia.
"Dengan sinergi tersebut, Pemerintah Kota optimistis Bukittinggi akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan", harap Ramlan. (asroel bb/rel)
