Bukittinggi,merapinews.com —
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Rifie Hendra, menegaskan penataan halaman Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) mulai dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi ruang publik sekaligus meningkatkan kualitas kawasan wisata unggulan Kota Bukittinggi.
Penataan tersebut terlihat dari aktivitas sejumlah pekerja yang mulai melakukan pembenahan di halaman dan lingkungan TMSBK. Pekerjaan antara lain menyasar kebersihan, penataan vegetasi serta pembenahan sejumlah bagian kawasan yang selama ini menjadi ruang aktivitas pengunjung.
Langkah ini dinilai penting karena TMSBK bukan sekadar objek wisata, tetapi salah satu ikon pariwisata Kota Bukittinggi yang setiap tahun menjadi magnet bagi wisatawan.
Pemerintah Kota Bukittinggi menyebut sektor pariwisata merupakan salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, kualitas fasilitas, kenyamanan pengunjung dan estetika kawasan wisata menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan.
TMSBK sendiri tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke TMSBK mencapai sekitar 800 ribu orang, dengan pendapatan sebesar Rp17.821.277.500.
Angka tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya posisi TMSBK dalam menopang aktivitas ekonomi pariwisata Bukittinggi.
Namun, tingginya arus kunjungan juga berbanding lurus dengan kebutuhan pembenahan kawasan. Ruang publik yang menjadi akses utama pengunjung harus ditata agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga aman, bersih, nyaman dan mampu menunjang aktivitas wisata.
Penataan halaman TMSBK karena itu diharapkan tidak berhenti pada pekerjaan mempercantik kawasan. Lebih jauh, pembenahan harus mampu menjawab kebutuhan pengunjung serta memperkuat citra TMSBK sebagai destinasi wisata keluarga dan edukasi satwa.
“Kita ingin mengembalikan fungsi halaman TMSBK sebagai ruang publik yang representatif, sekaligus meningkatkan kualitas kawasan wisata,” demikian arah penataan yang dilakukan Pemko Bukittinggi.
Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, pembenahan TMSBK menjadi penting. Apalagi, kawasan ini berada di pusat kota dan terintegrasi dengan sejumlah destinasi wisata ikonik lainnya.(asroel bb)
Ke depan, keberhasilan penataan tidak hanya akan diukur dari tampilan fisik yang lebih rapi dan indah, tetapi juga dari meningkatnya kenyamanan wisatawan, kualitas pelayanan, serta kemampuan TMSBK mempertahankan kontribusinya terhadap PAD Kota Bukittinggi.
Dengan jumlah pengunjung yang mencapai ratusan ribu orang setiap tahun, TMSBK bukan lagi sekadar kebun binatang. Ia merupakan aset wisata sekaligus mesin ekonomi kota yang harus dikelola secara serius dan berkelanjutan.
