arrow_upward

Citra Buruk Sang Rektor UIN Bukittinggi Tutupi Kebobrokan?.

Rabu, 28 Februari 2024 : Februari 28, 2024

         Bukittinggi,merapinews.com  ---

Kasus perundungan yang dilakukan Rektor Universitas Islam Negari (UIN) Sjech Djamil Dajmbek Prof Dr, Ridha Ahida terhadap wartawan terus bergulir.

Tidak tertutup kemungkinan Perguruan Tinggi itu akan di pimpin seorang pelaksana tugas (Pj).

Peristiwa yang memiriskan Selasa 14 November 2023 pekan lalu itu tidak seharusnya terjadi bila sang Rektor, menjalankan tugas sesuai Tupoksi dan menghargai privasi seseorang atau orang lain.

Namun hal itu tidak ia dimiliki. Sifat arogansi tak terkontrol sang Profesor itu mencuat, seperti kasus perundungan yang lainya pernah terjadi dilingkungan Rektorat sekalipun

“Pencopotan jabatan, gontok-gontokan sesama staf, pemberhentian staf dari jabatan, mewarnai kepemimpinan sang Rektor itu.

Terakhir hal yang menjijikan itu ia perlakukan terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik. 

Meski sang wartawan sebelumnya sudah menjelaskan tugasnya, termasuk memperkenalkan diri dengan menunjukan identitas dan ID Card ke anggota organisasi yang mewadahi profesinya.

Namun saat ID Card keanggotaan organisasi di sodorkan dan dipegangnya, saat itu pula meluncur dari mulut sang Rektor, nada yang berbau ancaman agar wartawan tidak menganggu pekerjaan pembangunan gedung perkuliahan baru di kampus UIN Bukittinggi itu. 

Ungkapan tidak bersahabat itu ia lontarkan dengan muka berkerut. 

Bisa jadi saat sang Profesor itu berhadapan dengan Jurnalis, berkemungkinan karena ia takut kasus-kasus buruk selama kepemimpinannya akan terungkap.

“Awalnya saya berharap konfirmasi yang saya lakukan dengan buk Rektor, akan meluncur jawaban yang menyejukkan, bahwa pembangunan gedung kuliah baru itu diperuntukan untuk sebuah fakultas baru, seperti Fakultas Kedokteran atau Fakultas Tekhnis bisa juga untuk kantor Rektorat. 

Atau ia (Rektor...red) berucap, bukankah Sumatera Barat sedang giat-giatnya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang Achratul Khorimah. Mari kita sama-sama membangun. 

"Nada itulah yang saya harapkan meluncur dari ucapan sang Rektor UIN Bukittinggi itu", harap wartawan merapinews.com Asroel BB.

"Namun saya salah tafsir”, sesal nya. Senin 20/11-2023.

Justru jawaban yang saya terima dalam  sebuah bentuk perundungan dan penghinaan profesi. 

“Jangan ganggu proyek ini”, kata sang Profesor dengan nada ancaman.

Menurut Asroel BB, bagi se orang Jurnalis, merupakan  sebuah prestise bila ia berhasil mengungkapkan sebuah peristiwa terbaru, apalagi pengungkapan pembangunan itu meluncur dari mulut Rektor yang menyandang predikat Profesor.

Menjawab pertanyaan. Asroel BB menyatakan bahwa pihaknya sebelumnya sudah melakukan konfirmasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) terkait tehnis pembangunan  gedung perkuliahan UIN Bukittinggi Hendra Nasrul. Termasuk konfirmasi gagal dari penyedia jasa PT. Peduli Bangsa Ricardo melalui humasnya Aciak(b.bgd).