arrow_upward

10 Ribu Jiwa Warga Bukittinggi Perlu Bantuan Dari Baznas.

Rabu, 05 Juni 2024 : Juni 05, 2024
           Bukittinggi,merapinews.com  ---

Wali Kota Erman Safar mengatakan, jumlah warga kurang mampu di Bukittinggi terdata di DITKS lebih dari 28 ribu jiwa, yang tercover bantuan pemerintah baru 18 ribu jiwa. Artinya, masih ada 10 ribu jiwa warga Bukittinggi yang perlu mendapat bantuan oleh Baznas.

Wali Kota Bukittinggi menyatakan hal itu saat
 Baznas Bukittinggi Salurkan bantuan zakat Mustahik sejumlah Rp. 231 Juta Rupiah kepada mereka yang berhak menerima.

Zakat itu disalurkan melalui program Bukittinggi Peduli, Cerdas, Makmur, dan Bukittinggi Sehat.

Penyaluran dana zakat untuk keempat program tersebut dilakukan secara simbolis oleh Walikota Bukittinggi Erman Safar di Balerong Rumah Dinas Rabu (4/6/2024).

Dengan bantuan yang disalurkan, diharapkan kondisi ekonomi warga akan terjadi perubahan sehingga mereka dapat berusaha secara mandiri dan lepas dari bantuan. 

'Kami berharap, para mustahik yang menerima zakat hari ini dapat memanfaatkan dana yang diberikan untuk hal-hal yang dibutuhkan. Jangan sampai digunakan untuk sesuatu yang tidak perlu", kata Wali Kota Bukittinggi mengingatkan. 

Terima kasih kepada Baznas atas upaya pengumpulan zakat dan terima kasih juga kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat melalui Baznas Bukittinggi," ujar Walikota Erman


Ketua Baznas Bukittinggi, Edi Syamian, dalam laporannya menjelaskan bahwa jumlah dana zakat yang disalurkan mencapai Rp 231.450.000. Sebanyak 290 mustahik menerima bantuan ini, dengan nominal yang diterima bervariasi mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 2.000.000, sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima.

Beberapa mustahik menerima zakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui usaha yang mereka geluti, yang disalurkan melalui program Bukittinggi Makmur. 

Selain itu, zakat juga disalurkan untuk meringankan biaya hidup mustahik melalui program Bukittinggi Peduli, membantu kebutuhan pendidikan melalui Bukittinggi Cerdas, dan meringankan biaya pengobatan mustahik yang sakit melalui program Bukittinggi Sehat.

Menurut Edi Syamian, Baznas Bukittinggi sebelumnya juga telah menyalurkan dana zakat untuk mustahik fisabilillah melalui program Bukittinggi Takwa, di antaranya kepada para dai, mubalig Kota Bukittinggi, serta santri Tahfiz Khatam Qur'an di berbagai MDTA se-Kota Bukittinggi. 

Program Bukittinggi Takwa juga mendukung mahasiswa yang diterima kuliah di berbagai negara Islam, seperti Al-Azhar Kairo, Darr Hadis Maroko, dan Yaman, dengan bantuan senilai Rp 8 juta per orang.

"Khusus bantuan yang disalurkan untuk peningkatan kesejahteraan mustahik merupakan bantuan stimulus dari dana zakat untuk pengembangan usaha mereka," ujarnya.

 Edi berharap, melalui bantuan ini, mustahik yang saat ini menerima zakat ke depan dapat menjadi muzaki atau orang yang berzakat dan menyalurkannya melalui Baznas Bukittinggi.

Dengan semakin banyaknya warga Bukittinggi yang berzakat melalui Baznas Bukittinggi, jumlah dana zakat yang dihimpun akan meningkat, sehingga lebih banyak warga kurang mampu yang terbantu. 

Hingga April 2024 Baznas Bukittinggi telah menyalurkan dana zakat kepada mustahik senilai lebih dari Rp 1,6 miliar, mencapai sekitar 50 persen dari target Rp 3,2 miliar tahun 2024.

Sumber dana zakat sebagian besar masih berasal dari zakat profesi ASN. Ke depan, diharapkan sumber dana zakat dari profesi lain juga meningkat, termasuk dana infak dan sedekah.