Bagi warga kota Payakumbuh, Sumatera Barat, pasti mengenal kedai nasi "Da Eng". Kedai yang berlokasi di jantung kota, atau tepatnya di jalan Ade Irma Nasution (Simpang Benteng) Payakumbuh.
Pada zamannya kedai itu sangat diminati. Selain racikan samba nan aduhai, harga pun terjangkau. Apalagi saat duo kantor pemerintah, kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota masih berpusat di jantung kota.
Tidak heran para pegawai dan warga kota, baik ngopi pagi atau makan siang ruah di kedai "Eng" itu.
Perjalanan waktu, kini kondisinya semakin buram, dapat disebut berada di titik nadir yang perlu mendapat ukuran tangan. Sudahlah bangunnya tidak layak huni, modal untuk melanjutkan usaha pun memprihatinkan.
Didalam kedai seluas 135 M2 itu terdapat sebuah ruang berdinding triplek lapuak. Ruang itu dimodifikasi sebagai kamar ukuran 3x2 m2. Dikamar itulah ayah, ibu dan anak lelakinya tidur.
Kendati popularitasnya makin buram, mereka tetap gigih melanjutkan usaha dengan segala keterbatasan.
Sebelumnya di rumah makan itu serba lengkap, ada kamar kecil, ada ruang basuh dan kamar mandi. Kini semua fasilitas itu telah tiada.
Dengan keterbatasan bukan berarti Refnita (54) pemilik kedai itu menyerah dengan keadaan, ia bersama sang suami tetap menjalankan usaha. Namun bukan untung yang diperoleh justru sebaliknya.
"Yaa.. selalu merugi meski setiap kali dimodali. Saya modali Rp. 700.000, -, tapi nasi dan lauk yang terjual hanya Rp. 200.000,- namun demikian saya tidak menyerah dengan ke adaan, demikian juga halnya saya tidak akan menghentikan usaha rumah makan", ujar ibu anak empat itu.
Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh Irwan Suwandi, mengatakan kondisi bangunan kedai dan ekonomi pemilik kedai itu cukup memprihatinkan.
"Perlu uluran tangan berbagai pihak membantu mereka bangkit dari keterpurukan m agar ekonomi mereka dapat pulih", ujar Irwan Suwandi.
"Saya sudah mengirim staf untuk menilai kondisi bangunan dan ekonomi pemilik kedai itu. Realitanya tidak dapat di pungkiri dan perlu keyerlibatan berbagai pihak termasuk Dinas Perkim dan Baznas kota Payakumbuh.
"Sebagai sebuah institusi pemerintah yang ditugasi di Dinas Sosial, kami tidak dapat berbuat banyak. Kecuali bila diperlukan adanya rekomendasi saya siap mendukung", ujar Irwan.(asroel bb)