Nyaris kurun waktu “Tiga Dasawarsa”, atau 30 tahun terakhir pawai elegoris (Kebudayaan) memperingati Kemerdekaan Republik Indonesian (RI), nyaris tidak pernah terselenggara di Nagari Batu Manjulua, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung.
Penantian panjang warga itu, akhirnya terobati di Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 80 tahun 2025. Sejumlah aktraksi dan kebudayaan daerah ditampilkan. Tidak urung warga ruah disepanjang dilokasi yang dilewati.
Sebelum aktraksi pawai alegoris melintas di sepanjang Nagari. Perintah Nagari tepatnya Sabtu 16 Agustus 2025 melaksanakan malam renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kulik Tanah Nagari Batu Manjulua, mengenang 7 arwah para suhada pejuang kemerdekaan RI yang gugur di medan perang.
“Tujuh Suhada yang gugur di medan juang itu, merupakan putra-putra daerah. Mereka gugur di medan perang melawan kolonial Belanda", ” ujar Wali Nagari Batu Manjulua Ir. Haji April Muhammad MP.
Barulah ke eso kan harinya atau tepatnya tanggal 17 Agustus 2025, detik-detik kemerdekaan RI ke 80 Tahun 2025 di selenggarakan di Lapangan Bola Kaki Batu Manjulua.
Menurut Haji April Muhammad, sebagai wali nagari ia bertindak sebagai inspektur upacara, sementara yang bertindak sebagai pembacaan teks Proklamasi dipercayakan pada Ahmad Padil dari Perwakilan Kecamatan Kupitan.
Menjawab pertanyaan Wali Nagari Batu Manjulua Ir. Haji April Muhammad, menyatakan kemeriahan HUT RI ke 80 Tahun 2025 itu, ditingkah dengan penampilan apik dan atraksi drum band SMP Negri 27 Batu Majulua.
Pada kesempatan yang sama Wali Nagari April Muhammad mengingatkan para peserta pawai alegoris itu terdiri dari kelompok-kelompok masyarakat dan sekolah yang ada di nagari, termasuk sejumlah Mahasiswa Imam Bonjol yang tengah melakukan KKN.
Pada kesempatan yang sama Wali Nagari April, tidak lupa menukil peserta upacara terdiri dari para Niniak Mamak, Lembaga-lembaga Nagari bersama pemuka masyarakat dan bundo kanduang.(asroel bb).


