Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Haji Safni Sikumbang, mengingatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertanggung menyediakan sarana dan prasarana pendukung operasional dan kesiapsiagaan bencana, seperti peralatan komunikasi, transportasi dan akomodasi.
Hal itu disampaikan Bupati, mengingat luasnya wilayah Kabupaten yang ia pimpin, bahkan sejumlah daerah termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB).
Bupati, menghingatkan hal itu melalui Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuh Kota Rahmadinol, dalam sebuah perbincangan di Payakumbuh, Senin 1 September 2025.
Kalaksa Rafdinol, tidak menampik hal itu. Sebagai sebuah institusi yang menampung sub urusan kebencanaan, pihaknya harus memiliki standar dasar kajian dan resiko kebencanaan. “Kami juga harus memiliki dokumen kajian dan resiko kebencanaan”, ujarnya.
Refdinolal, tidak menampik sejumlah daerah rawan bencana di Kabupaten Liumapuluh Kota sudah ia petakan. “Saya sudah di petakan daerah-daertah rawan bencana”, ujarnya.
Menurut Rahmadinol, masyarakat tepatan rawan bencana sudah harus memperoleh pengetahuan tentang kebencanaa. Ini penting sebab, apabila terjadi bencana disatu daerah, mereka (masyarakat) sudah tahu apa yang akan mereka perbuat dan apa yang akan mereka lakukan untuk mengevakuasi korban jiwa ataupun harta benda.
“Saya berharap pengetahuan tentang kebencanaan juga harus dimiliki oleh instasi terkaiat lainya, termasuk para Wali Nagari dan Camat, sehingga bila terjadi kebencanaan di satu daerah, mereka sudah dapat berbuat apa yang harus mereka kerjakan. Dan tidak lagi menunggu hasil rapat, sehingga pelaksanaan penanganan darurat kebencanaan dapat berjalan dengan cepat dan singkat”, harap Rahmadinol.
Menjawab pertanyaaniab mengatakan, urusan kebencanaan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) baik sedang ada bencana ataupun tidak, ia berharap seluruh pemangku kepentingan sudah harus siap dengan logistik yang dibutuhkan.
Sebagai petugas kebencanaan didaerah, katanya pihaknya jauh sebelumnya sudah mempersiapkan semua logistik yang dibutuhkan termasuk peralatan penanggulangan dampak kebencanaan.
“Logistik kebencanaan kami sudah stand by kan kalau terjadi banjir. Ada kendaraan 4X4 untuk menjangkau daerah yang sulit ditempuh dengan kendaraan. Ini satu bagian standar dari keselamatan untuk mengayomi masyarakat terdampak, bahwa saat bencana melanda Pemerintah hadir ditengah-tengah warga masyarakat.(asroel bb).
