Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi Rismal Hadi, tidak menampik sejumlah calon pegawai baru pemerintah dengan perjanjian (P3K) terdeteksi dan dapat di duga positif narkoba. Hal itu terdeteksi setelah mereka menjalani tes urine. Sementara Sembilan orang lainya terdeksi positif narkoba.
Rismal Hadi, menyatakan hal itu setelah ia menerima laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat, yang melakukan tes langsung terhadap 500 orang Calon Pegawai Baru satu hari sebelumnya.
Sementara 14 orang lainya calon pegawai pada awalnya mereka sudah mengisi daftar hadir, namun kemudian mereka batalkan untuk mengikuti tes urine.
“Saya belum tahu tuuh, apa alasan mereka enggan melakukan pemeriksaan urine”, sebut Rismal Hadi. Namun dapat di duga mereka terindikasi melakukan penyalahgunaan narkotika.
Kendatipun demikian, pihaknya belum menggugurkan status mereka sebagai calon P3K, namun mereka dinyatakan tidak memenuhi salah satu syarat yang ditentukan,
Menurut Rismal, ada tiga tahapan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan. Selain pengecekan kesehatan dari RSUD yang menyatakan calon tidak bertato atau bertindik bagi calon pria. Juga surat keterangan dari pengadilan bahwa mereka tidak pernah terpidana.
Tes urine yang berlangsung sepanjang Senin dan Selasa 15 dan 16 September 2025, menurut Sekda Rismal Hadi di pantau langsung Walikota Bukittinggi Haji Ramlan Nurmatias.
Rismal Hadi menyayangkan kalau benar kasus itu terjadi.n Sementara pihaknya dalam penerimaan calon pegawai P3K membutuhkan aparat yang berkualitas, berintegritas dan bebas narkotika.
“Tes urin menjadi langkah preventif pemerintah untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat melayani masyarakat”, ujarnya.(asroel bb).
