Bukitinggi,merapinews.con. --
Kurun waktu dua pekan (Minggu) terakhir ada yang berubah disepanjang jalan utama kota Bukittinggi, setelah Dinas Lingkungan Hidup memotong dan memangkas sejumlah pohon pelindung jenis Mahoni.
"Ya.. pohon pelindung jenis Mahoni berada dijalan protokol kota Bukittinggi, akan kita pangkas dan ditebang", ujar Kepala Dinas Lingkungan Hudup Kita Bukittinggi Aldiasnur, menjawab pertanyaan, Rabu 10 Desember 2025.
Hal itu dilakukan, karena pohon Mahoni yang tadinya diharapkan dapat sebagai pohon pelindung, justru sebaliknya malah merusak.
Kadis LH itu merujuk sejumlah hak pejalan kaki (trotoar) yang rusak karena akar pohon Mahoni bermunculan kepermukaan. Dan ada yang rebah (tumbang). Ia mencontohkan pohon Mahoni tumbang di jalan Perwira, untung tidak makan korban.
Untuk mengantisipasi pohon tumbang dan keselamatan warga kota, pihaknya mengantisipasi dengan menganti jenis pohon lain yaitu pohon berbunga " Tabebuya".
Kendari Kadis LH itu tidak merinci secara spesifik pohon Tabebuya itu, namun melalui tayangan vidio, ia menjelaskan pohon Tabebuya itu berbunga nyaris sama dengan bunga Sakura asal Jepang, malah lebih indah, bedanya pohon Tabebuya tumbuh di iklim tropis.
Pada bagian lain, Aldiasnur juga menjelaskan, selain di jalan Soekarno Hatta (Garegeh), jalan Sudirman, kini pihaknya mulai mengembangkan di jalan Ombilin, Belakang Balok atau sejajar dengan rumah Dinas Walikota.
"Yaaa..kini bunga Tabebuya itu kita kembangkan di jalan Ombilin, Belakang Balok Bukittinggi, bibitnya telah tanam", ujar Aldiasnur. (asroel bb).
