arrow_upward

Kerahkan 84 Unit Alat Berat Agam Berduka, 192 Orang Dinyatakan Meninggal

11 Desember 2025 : 11.12.25

Agam, merapinews.com. --

Dengan mengerahkan total 84 unit alat berat terdiri dari excavator, mini excavator dan dum truk yang beroperasi di 8 Kecamatan terdampak bencana Hidrometeorologi, Sampai jam 20.oo Wib, Rabu 10 Desember 2025, tercatat korban meninggal menjadi 192 orang. 

"Ada penambahan 2 korban meninggal", ujar Bupati Agam, melalui juru bicaranya dari Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti. 

Meski Roza Syafdefianti, tidak merinci penemuan 2 korban meninggal itu. Namun ia menjelaskan sejumlah alat berat telah beroperasi di Kecamatan Palembayan, jumlahnya 13 unit dengan dukungan 6 unit mini excavator, termasuk 29 Dump truk, Kecamatan Tanjung Mutiara 2 unit Excavator.

Sedangkan di Kecamatan Malalak 5 unit Excavator, 5 unit Mini excavator dan satu unit Dam truk, demikian juga halnya di Kecamatan IV Koto, hanya 1 unit alat berat ditempatkan dilokasi bencana untuk memulihkan kondisi daerah itu setelah luapan air bah meluluh lantakan kawasan hunian masyarakat.

Sementara di Kecamatan Tanjung Raya, kawasan terparah di tempatkan 9 unit Excavator, 2 unit Mini Excavator dan 1 unit Dam truk, sedangkan di Kecamatan Lubuak Basuang termasuk Kecamatan Tanjung Raya, masing-masing 1 dan 2 Excavator.

Penempatan sejumlah alat berat didaerah terdampak, kata Roza selain  untuk membuka isolasi agar lebih memudahkan mengirim bantuan logistik dan makanan, sekaligus untuk mencari korban.

Menurutnya, Kabupaten Agam berduka. Sejak 10 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, dampak rangkaian bencana hidrometeorologi mencatatkan angka korban jiwa yang tragis dan kerugian material yang fantastis. 

Menurutnya, data terbaru Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Agam melaporkan total 192 orang meninggal dunia, dengan 25 korban di antaranya belum teridentifikasi.

72 orang lainya dilaporkan masih hilang, ini menambah panjang daftar pencarian yang dipusatkan di sejumlah titik longsor dan aliran sungai. Sementara itu, 4.117 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Menurut Roza, korban mengungsi paling banyak berasal dari Kecamatan Tanjung Raya total 2.998 orang, kemudian disusul Palembayan 782 orang.

Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan dampak paling mematikan. Kronologis bencana di Palembayan pada 27 November 2025 menyebutkan banjir bandang berintensitas tinggi menghantam hulu sungai, menyeret material lumpur, batu, dan kayu. 

Kejadian itu mengakibatkan kerusakan parah dan menewaskan 140 orang. Skala bencana secara keseluruhan meluas hingga mencakup 16 kecamatan di Kabupaten Agam, termasuk Palupuh, Malalak, dan Matur.(asroel bb).