Agam,merapinews.com. --
Tingginya curah hujan dari Rabu 1 November 2025 memicu serangkaian bencana Hidrometeorologi, berupa Banjir, Banjir Badang, Tanah Longsor dan Angin Kencang yang memporak porandakan sejumlah wilayah termasuk 16 Kecamatan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam Roza Syafdefianti, melaporkan dari lokasi bencana.
Ia mengatakan korban meninggal terdapat 120 orang. Orang hilang 74, sementara 6.300 jiwa lainya kini masih berada dalam pengungsian, sedangkan korban yang masih dalam perawatan sejumlah 45 orang. 44 orang diantaranya dirawat di RSUD Lubuak Basuang.
Dalam laporannya yang si update Senin 1 Desember 2925, Roza juga mengatakan terdapat 88 unit bangunan sekolah rusak berat 18 unit diantaranya TK/PAUD. 70 unit fasilitas pendidikan setingkat SD dan SMP.
Menjawab pertanyaan iq mengatakan, yang selamat dalam musibah banjir bandang dan angin kencang itu hanya fasilitas kesehatan, lain dari itu semuanya luluh lantak, seperti Lahan pertanian rusak berjumlah 82981 Ha dan kolam (tabek) ikan 13,75 Ha.
Bupati Kabupaten Agam Benny Warlis melalui juru bicaranya Roza Syafdefianti, mengatakan total kerugian diperkirakan berjumlah Rp. 59,8 Miliar lebih.
Jumlah korban, Roza memprediksi jumlah korban akan terus bertambah, sebab masih ada sejumlah daerah setingkat Jorong yang masih ter isolasi. Kendari dukungan tim penyelamat baik dari Polda Riau, Organisasi kemasyarakatan dan organisasi lainya terus berupaya menembus daerah-daerah yang ter isolasi tersebut.(asroel bb).

