Lubuak Basuang,merapinews.con. --
Tim penyelamat korban bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Agam, masih terus mencari 85 orang yang dinyatakan hilang.
Bupati, melalui juru bicara Pemerintahan Kabupaten Agam Roza Syafdefianti, mengatakan dari data yang di update (himpun) di Posko Utama Penanggulangan bencana Banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang sampai jam 20.oo Wib Kamis 4 November 2024, mencatat korban hilang itu tersebar di Enam Kecamatan. Sementara itu 171 orang lainya dinyatakan meninggal.
21.523 jiwa korban masih terisolasi, tim penyelamat katanya, dengan dukungan peralatan terbatas terus berupaya membuka sejumlah kawasan yang masih ter isolasi termasuk memperbaiki 37 titik jalan rusak dan 26 titik jembatan.
Alhamdulillah sebagian sarana infrastruktur jalan itu sudah mulai diperbaiki, diantaranya sudah bisa dilewati berbagai jenis kendaraan agar lebih memudahkan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan logistik termasuk lalu lintas orang dan barang.
Kendati dalam laporannya ia7, tidak menyebut jumlah peserta didik terdampak bencana, namun dipastikan ia 108 unit sarana pendidikan (rumah sekolah) diantaranya dalam keadaan rusak.
Menjawab pertanyaan, juru bicara Pemerintah Kabupaten itu, tidak menampik 1.754,11 Ha lahan pertanian yang tersebar di 7 Kecamatan mengalami nasib yang sama (rusak). Dari rangkaian bencana sebutnya total kerugian berjumlah Rp. 626.074.063.800-
Saat laporan ini di rilis, sebut juru bicara Pemkab Agam, Roza Syafdefianti, Bupati Benny Warlis, masih berada di sejumlah lokasi terdampak.
"Tidak...tidak ... dapat dipastikan jadwal Bupati ngantor, belau lebih intens bersama warga korban bencana memberikan motivasi", sebut Roza.(asroel bb).


