Payakumbuh,merapinews.com —
“Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, jangan hanya berhenti pada seremoni. Ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.”
Pesan itu ditegaskan Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim, ST, dalam suasana halal bihalal yang hangat namun sarat makna, Kamis (26/3).
Di tengah tradisi saling memaafkan, terselip pengingat keras: kebersamaan tanpa perubahan, hanya akan menjadi rutinitas tahunan tanpa arah.
Di ruang yang dipenuhi canda, senyum, dan jabat tangan, Keluarga Besar Dinas PUPR Payakumbuh berkumpul. Bukan hanya pegawai aktif, tetapi juga Dharma Wanita serta para alumni yang pernah mengabdu, dan membaur dalam suasana kekeluargaan yang terasa utuh.
Namun, lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan ini seperti menyimpan pesan yang lebih dalam. Ada harapan agar silaturahmi tidak berhenti pada formalitas, melainkan menjelma menjadi energi baru dalam bekerja.
Ustadz Yengki Otrio, melalui Tausiyahnya lebih mempertegas arah itu. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momen membersihkan diri—bukan hanya secara personal, tetapi juga dalam cara berpikir dan bertindak sebagai pelayan publik.
"Sebab pada akhirnya, kata-kata maaf yang terucap hari itu akan kehilangan makna jika tidak diikuti perubahan nyata", katanya mengingatkan.
Makan bersama pun menjadi penutup yang sederhana, namun penuh arti. Di sanalah sekat-sekat jabatan mencair, dan kebersamaan menemukan bentuknya yang paling jujur.
Halal bihalal ini seolah menjadi pengingat: yang terpenting bukan seberapa sering tradisi dijalankan, tetapi sejauh mana ia mampu mengubah cara bekerja dan cara melayani.
Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.(asroel bb)

