arrow_upward

Harapan Muslim, Terang Untuk Menjaga Kota Payakumbuh Lebih Aman

15 Maret 2026 : 15.3.26

Payakumbuh,merapinews.com —

Malam perlahan turun di Kota Payakumbuh. Langit menggelap, namun satu per satu lampu jalan mulai menyala. Cahaya kuningnya jatuh di aspal, memantul di kaca kendaraan yang melintas, dan menerangi langkah orang-orang yang masih bergerak di kota ini.

Di bawah cahaya lampu itu, kehidupan tetap berlangsung. Pedagang kaki lima menata dagangan di tepi jalan. Pengendara sepeda motor melintas membawa keluarga pulang. Sejumlah pejalan kaki menyusuri trotoar dengan langkah yang terasa lebih tenang.

Di balik pemandangan yang tampak biasa itu, ada sebuah harapan yang ingin dijaga.

“Penerangan jalan bukan hanya soal lampu, tapi soal rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh, Muslim, Minggu (15/3/2026).

Bagi Muslim, cahaya lampu jalan bukan sekadar infrastruktur kota. Ia adalah tanda kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, bahkan ketika malam telah datang.

Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya meningkatkan kualitas penerangan jalan di berbagai ruas kota. Dari jalan utama hingga kawasan permukiman, lampu-lampu itu diharapkan menjadi penjaga sunyi yang memberi rasa aman bagi warga.

“Penerangan jalan memberi rasa aman bagi pengendara, pejalan kaki, maupun masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari,” kata Muslim.

Upaya itu terasa semakin penting menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Saat Lebaran semakin dekat, denyut kehidupan kota ikut meningkat. Arus kendaraan bertambah, pusat-pusat keramaian mulai dipadati, dan para perantau perlahan kembali pulang ke kampung halaman.

Di kota dengan jumlah penduduk sekitar 146.730 jiwa yang mendiami wilayah seluas 80,43 kilometer persegi itu, Payakumbuh bersiap menyambut kepulangan warganya dengan wajah kota yang lebih terang.

“Di momen yang penuh berkah ini, kami ingin masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman. Sehingga menambah semarak kebahagiaan warga menyambut Idul Fitri bersama keluarga,” ujar Muslim.

Penerangan itu tidak hanya difokuskan pada jalan-jalan utama kota. Pemerintah juga mulai memperluasnya ke ruang-ruang publik yang menjadi tempat masyarakat berkumpul.

Salah satunya kawasan rekreasi Taman Batang Agam, ruang terbuka yang kini semakin ramai dikunjungi warga untuk berolahraga maupun bersantai.

“Penerangan itu tidak hanya di pusat keramaian, tetapi juga menjangkau kawasan rekreasi seperti Batang Agam,” tambah Muslim.

Bagi sebuah kota, terang memang lebih dari sekadar cahaya. Ia adalah rasa aman yang mengiringi langkah orang-orang yang pulang ke rumah.

Dan di Payakumbuh, setiap lampu yang menyala di malam hari seakan membawa pesan yang sama: kota ini ingin tetap menjadi tempat yang nyaman bagi siapa pun yang berjalan di dalamnya—terutama bagi mereka yang pulang setelah lama merantau.

(asroel bb)