arrow_upward

Ahlul Badrito Resha: Stunting Ancam Kualitas Masa Depan Anak Limapuluh Kota

24 April 2026 : 24.4.26

Limapuluh Kota,merapinews.com. --

Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota  Ahlul Badrito Resha menegaskan Stunting bukan sekadar persoalan fisik anak yang bertubuh pendek, namun ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. 

Ia menyatakan hal itu saat membuka Pelatihan Pemberian Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Aula Dinas Kesehatan Komplek Kantor Bupati Lama. Kamis 24 April 2026.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya, melainkan sebuah kondisi adanya gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas anak di masa depan,” ujarnya.

.Ia menjelaskan, stunting terjadi dalam periode paling krusial kehidupan manusia, yakni sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun atau dikenal dengan 1.000 hari pertama kehidupan. 

Menurutnya, pada fase tersebut, asupan gizi, pola pengasuhan, sanitasi lingkungan dan layanan kesehatan menjadi faktor utama yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Menurutnya, anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki daya tahan tubuh rendah, rentan terserang penyakit, mengalami hambatan perkembangan kognitif, hingga berdampak pada kemampuan bersaing ketika dewasa nanti. Karena itu, penanganan stunting harus menjadi gerakan bersama dan tidak bisa dibebankan hanya kepada sektor kesehatan semata.

“Persoalan stunting harus dilihat sebagai investasi daerah dalam menyiapkan generasi unggul. Jika hari ini kita lalai memenuhi kebutuhan gizi anak, maka yang dipertaruhkan adalah kualitas generasi Lima Puluh Kota di masa mendatang,” tegasnya.

Ia juga menilai keberadaan program DASHAT menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi keluarga. 

Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan bahan pangan lokal bernilai gizi tinggi sebagai upaya pencegahan stunting.

Pada kesempatan yang sama, ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan kader-kader yang aktif mengedukasi masyarakat hingga ke tingkat nagari dan jorong, sehingga upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Limapuluh Kota dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(Asroel. bb)