Limapuluh Kota, merapinews.com — Suasana pertemuan antara warga korban tanah bergerak Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, dengan Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang berlangsung serius. Di tengah dialog itu, satu per satu warga mulai menyampaikan apa yang selama ini mereka rasakan.
Bukan sekadar tentang rumah yang rusak atau tanah yang terus bergerak, tetapi juga tentang bantuan yang menurut mereka belum pernah benar-benar sampai ke tangan seluruh korban.
Seorang warga yang kini tinggal di hunian sementara (huntara) dengan suara lirih mengaku dirinya belum pernah menerima bantuan, meski bantuan disebut sudah beberapa kali masuk ke jorong mereka.
“ Saya tinggal di huntara pak dan saya belum pernah mendapat bantuan sekalipun. Padahal bantuan sudah beberapa kali masuk ke jorong kami pak,” ucapnya di hadapan Bupati Safni.
Pernyataan itu membuat suasana dialog sejenak hening. Keluhan serupa ternyata juga dirasakan warga lainnya. Persoalan bantuan yang dinilai tidak merata menjadi kegelisahan yang selama ini mereka simpan.
Menanggapi hal itu, Bupati Safni langsung meminta jajaran terkait bergerak cepat melakukan sinkronisasi data korban terdampak bencana. Menurutnya, persoalan bantuan tidak boleh lagi menyisakan warga yang terabaikan.
Safni mengatakan, pemerintah daerah telah mulai melakukan pemutakhiran data terhadap 76 warga terdampak melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
“Saya instruksikan jajaran saya untuk pemutakhiran data sebanyak 76 korban terdampak bencana di Disdukcapil. Setelah melalui beberapa proses, per hari ini semuanya telah dimasukkan,” ujarnya.
Di hadapan warga, Safni juga menyampaikan permintaan maaf atas berbagai persoalan yang muncul dalam penyaluran bantuan. Ia mengaku tidak ingin ada kesan pemerintah membiarkan korban berjuang sendiri di tengah kondisi sulit yang mereka alami.
Bahkan, Safni memberi peringatan keras kepada tim penanganan bencana apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian dalam pendistribusian bantuan.
“Jika ini terbukti murni kesalahan dan kelalaian dari Satgas Bencana yang terdiri dari BPBD, Dinas Perkim, Dinas Sosial hingga Camat maka siap-siap akan saya berhentikan,” tegasnya.
Bagi warga Aie Angek, bantuan bukan hanya soal sembako atau logistik. Di tengah kehidupan yang belum sepenuhnya pulih akibat bencana tanah bergerak, perhatian dan kepastian dari pemerintah menjadi hal yang paling mereka tunggu.(asroel bb)
