arrow_upward

Gigitan Hewan Penular Rabies di Bukittinggi Tembus Diangka 46 Kasus

30 April 2026 : 30.4.26

Bukittinggi,merapinews.com — 

Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi mencatat sebanyak 46 kasus gigitan hewan penular rabies terjadi selama Januari hingga Maret 2026. Sementara sepanjang tahun 2025 lalu, jumlah kasus mencapai 175 kejadian. 

Meski seluruh korban berhasil ditangani, tingginya angka gigitan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), drg. Meilinda Indriati Putri, menegaskan, rabies merupakan penyakit mematikan yang harus diwaspadai bersama karena menyerang sistem saraf pusat manusia maupun hewan berdarah panas.

“Pada tahun 2025 terdapat 175 kasus gigitan. Sedangkan pada triwulan I tahun 2026, Januari hingga Maret, terdapat 46 kasus gigitan. Namun seluruh kasus dapat tertangani dengan baik,” ujar Ramli dalam pertemuan koordinasi lintas program dan lintas sektor (LP/LS) penanggulangan dan pengendalian rabies tingkat Kota Bukittinggi di sebuah hotel, Selasa (28/4/2026)

Ia menjelaskan, rabies disebabkan virus Lyssavirus yang ditularkan melalui air liur hewan terinfeksi, terutama anjing, kucing dan kera, baik melalui gigitan, cakaran maupun jilatan pada luka terbuka. 

Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat berujung kematian apabila penanganan terlambat dilakukan.

Karena itu, Pemerintah Kota Bukittinggi memperkuat sinergi lintas sektor untuk menekan risiko penyebaran rabies dan mempercepat penanganan korban gigitan hewan penular rabies.

Pertemuan koordinasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari rumah sakit, puskesmas, pemerintah kecamatan, Dinas Pertanian hingga Dinas Kominfo. 

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat edukasi masyarakat, pengawasan hewan penular rabies serta mempercepat respons terhadap kasus gigitan di lapangan.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gigitan hewan, serta tidak mengabaikan luka sekecil apa pun guna mencegah risiko fatal akibat rabies.(asroel bb/rel)